Selasa, 23 Oktober 2018

Luhut dan Sri Mulyani Bercerita Pertemuan IMF Dipuji Para Peserta

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kanan) berbicara dengan CEO World Bank Kristalina Georgieva (kiri) sebelum mengikuti sesi IMFC Plenary dalam rangkaian Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, Sabtu, 13 Oktober 2018. ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Anis Efizudin

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kanan) berbicara dengan CEO World Bank Kristalina Georgieva (kiri) sebelum mengikuti sesi IMFC Plenary dalam rangkaian Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, Sabtu, 13 Oktober 2018. ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Anis Efizudin

    TEMPO.CO, Nusa Dua - Ketua Panitia Nasional Pelaksana Pertemuan IMF - World Bank 2018, Luhut Binsar Panjaitan bercerita bagaimana Indonesia sebagai penyelenggara pertemuan dipuji banyak pihak. Menurut Luhut, saat bertemu dengan berbagai delegasi dalam beberapa rapat, hampir selalu muncul pujian dari para tamu dan delegasi yang ditemui.

    Luhut mencontohkan, salah satunya ketika dirinya bertemu dengan pimpinan bank internasional Standard Charter dan Citibank. Menurut para pimpinan bank itu, kata Luhut, mereka belum pernah mengikuti pertemuan internasional yang rapi dan terorganisir dengan baik seperti acara ini.

    "Mereka katakan akibat pertemuan ini, standar pertemuan internasional standardnya harus ditingkatkan. Dari bank mereka itu katakan, kalau sulit-sulit serahkan lah ke Indonesia," kata Luhut saat mengelar konferensi pers mengenai penyelenggaraan Pertemuan IMF-World Bank di Bali Art Collection, Nusa Dua, Bali, Sabtu, 13 Oktober 2018.

    Pertemuan IMF-World Bank 2018 merupakan pertemuan tahunan pertama yang diselenggarakan oleh Indonesia yang bekerja sama dengan International Monetery Fund (IMF) dan Worl Bank. Pertemuan ini merupakan pertemuan tahunan di antara para menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara anggota sebanyak 189 negara. Adapun acara ini diselenggarakan pada 8-14 Oktober 2018 di Nusa Dua, Bali.

    Luhut juga mengatakan bahwa beberapa delegasi bahkan membandingkan pertemuan di Bali dengan pertemuan serupa di Lima, Peru pada 2015. Menurut penurutan Luhut, para delegasi menilai, pertemuan di Bali jauh dan sangat baik jika dibandingkan dengan di Lima.

    "Terus terang awalnya mereka berpikir bahwa bagaimana nantinya soal transportasinya, waktunya, pengorganisasianya (kalau) seperti di Lima, Peru," kata dia.

    Bahkan, lanjut Luhut, sanjungan kepada pihak Indonesia sebagai penyelenggara juga datang dari Direktur Pelaksana IMF, Christine Lagarde dan juga Presiden Bank Dunia, Kim Yong Jim. Menurut Luhut, pujian itu disampaikan keduanya dalam acara gala diner di area Garuda Wisnu Kencana, Jumat malam, 12 Oktober 2018.

    "Madam Lagarde duduk di samping saya, dia bilang well done, kami tidak membayangkan akan begitu rapinya, begitu akuratnya. Jim Kim juga demikian," ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman ini.

    Sementara itu, cerita soal sanjungan serupa juga disampaikan oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani. Menurut mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini, banyak delegasi dan tamu yang hadir dalam pertemuan menilai bahwa orang Indonesia memiliki kemampuan mengorganisasi yang baik.

    "Mulai dari kedatangan, di airport, mereka juga sangat bangga dengan volunteer dan laison officernya. Di kepala mereka orang Indonesia ramah, helpful, profesional, organize," kata Sri Mulyani dalam acara yang sama.

    Bahkan, lanjut Sri Mulyani, delegasi dari Maroko yang menjadi penyelenggara pertemuan IMF - World Bank selanjutnya pada 2020 mengaku merasa mendapat tekanan setelah melihat penyelenggaraan dari Indonesia. Penyataan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri dari Maroko.

    "Menteri Maroko menyampaikan, mereka khawatir (belum mampu seperti Indonesia). Pemerintah Saudi pun demikian, mereka ragu. Melihat di Indonesia, ada perempuan bisa jalan-jalan sendiri dengan aman," kata Sri Mulyani.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.