Di Bali, Bappenas Sepakati Investasi Proyek Infrastruktur Rp 47 T

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional atau Bappenas Bambang Brodjonegoro menyampaikan pidato pada diskusi panel tentang Inclusive Urbanization Amid Global Change dalam rangkaian Pertemuan Tahunan IMF World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, Sabtu 13 Oktober 2018. ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Puspa Perwitasari

TEMPO.CO, Nusa Dua - Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN) menyepakati proyek kerjasama investasi di bidang infrastruktur dengan beberapa investor khususnya energi terbarukan, jalan tol dan perkebunan. Menteri PPN/Bappenas, Bambang Brodjonegoro mengatakan proyek-proyek tersebut saat ini telah ditandatangani dan sudah memasuki fase finansial closing.

BACA: Sri Mulyani: Kawasan Asia Timur Hadapi Lima Tantangan Infrastruktur

"Beberapa proyek, bukan rencana atau wacana yang akan dikerjakan, tetapi proyek pasti. Beberapa sudah bisa mulai operasi tahun depan," kata Bambang saat memberikan sambutan dalam penandatanganan kesepakatan atau financial closing di Hotel Nikko, Tanjung Benoa, Nusa Dua, Bali, Sabtu, 13 Oktober 2018.

Adapun pertemuan dan penandatangan ini merupakan bagian dari rangkaian Pertemuan IMF-World Bank 2018 yang digelar di Nusa Dua, Bali, 8-15 Oktober 2018. Pembiayaan proyek-proyek yang telah ditanda tangani ini mendapat fasilitasi dari Pembiayaan lnvestasl Non Anuaran Pemerintah (PINA) Center for Private Investment atau yang juga dikenal dengan PINA Center Bappenas, entitas di bawah kementerian.

Bambang mengatakan nilai kesepakatan proyek infrastruktur yang telah memasuki financial closing ini senilai Rp 47 triliun. Bambang juga menjelaskan untuk proyek pembangunan infrastruktur pembangkit biomassa senilai Rp 590 miliar, sebesar Rp 2 triliun untuk pengembangan di bidang perkebunan dan sisanya untuk pembangunan infrastruktur dua jalan tol di Bandung, Jakarta dan juga Jogja-Solo.

Dalam kesempatan itu, Bambang berujar bahwa dirinya mempersilakan bagi investor yang ingin masuk dan berinvestasi di sektor-sektor strategis yang dikerjakan oleh pemerintah saat ini. Apalagi saat ini pemerintah menawarkan banyak skema yang bisa digunakan dalam berinvestasi.

"Ada banyak skema yang ditawarkan oleh pemerintah, bisa lewat KPBU atau masuk lewat BUMN," kata Bambang.

Adapun proyek-proyek yang ditandatangani dan memasuki tahap financial closing tersebut adalah pembangunan fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) di Kalimantan Barat. Proyek ini diharapkan dapat memperkuat pasokan listrlk daerah Kalimantan Barat, sekligus berkontribusi dalam mendukung dan mengembangkan lnfrastruktur di bidang pembangkit listrik energi baru terbarukan.

Kemudian, disepakati pula rangka restrukturisasi perusahaan dan pengembangan infrastruktur perkebunan di lingkungan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) dan anak perusahaan. Selain itu, di bidang jalan tol, ada proyek pembangunan dan penambanan ruang lingkup jalan tol untuk ruang Cawang-Tanjung Priok-Ancol dan juga pembangunan North South Link Bandung (jalan tol Kota Bandung-Koja) yang merupakan bagian dari tol ruas Soreang-Pasir Koja.






Jokowi Menunjuk Suharso Monoarfa sebagai Koordinator SDGs 2024, Apa Sasarannya?

1 hari lalu

Jokowi Menunjuk Suharso Monoarfa sebagai Koordinator SDGs 2024, Apa Sasarannya?

Presiden Jokowi menunjuk Kepala Bappenas Suharso Monoarfa sebagai koordinator pengarah pencapaian SDGs 2024. Apa sasarannya?


Jokowi Tunjuk Suharso Monoarfa Jadi Koordinator Pengarah Percepatan Sasaran SDGs 2024

3 hari lalu

Jokowi Tunjuk Suharso Monoarfa Jadi Koordinator Pengarah Percepatan Sasaran SDGs 2024

Jokowi menunjuk Bappenas Suharso Monoarfa jadi koordinator pelaksana di Dewan Pengarah Nasional untuk pencapaian sasaran SDGs


Terkini Bisnis: Ojo Dibandingke Soal Gunting Pita, Sri Mulyani Beri BPKP Penghargaan WTP

3 hari lalu

Terkini Bisnis: Ojo Dibandingke Soal Gunting Pita, Sri Mulyani Beri BPKP Penghargaan WTP

Gunting pita ini terkait penyelesaian proyek infrastruktur antara masa Presiden Joko Widodo dengan Susilo Bambang Yudhoyono.


Laporan Tren Pasar: 3 Provinsi Ini Jadi Pencarian Teratas Properti di Luar Jakarta

4 hari lalu

Laporan Tren Pasar: 3 Provinsi Ini Jadi Pencarian Teratas Properti di Luar Jakarta

Laporan tren pasar properti sejalan dengan angka pertumbuhan positif ketiga provinsi dalam periode Januari-Mei 2022.


Politikus Ini Kritik AHY: Jembatan Suramadu Digagas Soeharto, Dibangun Megawati, SBY Tinggal Gunting Pita

6 hari lalu

Politikus Ini Kritik AHY: Jembatan Suramadu Digagas Soeharto, Dibangun Megawati, SBY Tinggal Gunting Pita

Politikus ini mengkritik pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat AHY tentang 70-80 persen pembangunan di era Presiden Jokowi adalah kinerja SBY.


Pemerintah Terus Genjot Infrastruktur, Ekonom Soroti Dampaknya ke Neraca Perdagangan

9 hari lalu

Pemerintah Terus Genjot Infrastruktur, Ekonom Soroti Dampaknya ke Neraca Perdagangan

Direktur Celios Bhima Yudhistira menyoroti pemerintah yang hingga kini masih menggenjot pembangunan infrastruktur dan dampaknya ke neraca perdagangan.


Bappenas, Badan Otorita, dan Yusril Ihza Bertemu Bahas Percepatan Pembangunan IKN

9 hari lalu

Bappenas, Badan Otorita, dan Yusril Ihza Bertemu Bahas Percepatan Pembangunan IKN

Kepala Bappenas mengadakan pertemuan dengan Kepala Badan Otorita IKN Bambang Susantono dan Mantan Menteri Hukum dan HAM Yusril Ihza Mahendra.


Menkominfo Bertemu dengan Dubes Denmark Bahas Kerja Sama Penanganan Bencana

9 hari lalu

Menkominfo Bertemu dengan Dubes Denmark Bahas Kerja Sama Penanganan Bencana

Menkominfo Johnny G. Plate bertemu dengan Duta Besar Denmark untuk Indonesia Lars Bo Larsen.


AHY Klaim 70-90 Persen Pembangunan Infrastruktur Kinerja SBY, Ekonom: Tidak Relevan

9 hari lalu

AHY Klaim 70-90 Persen Pembangunan Infrastruktur Kinerja SBY, Ekonom: Tidak Relevan

Bhima Yudhistira merespons pernyataan Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) soal pembangunan infrastruktur.


RI Bisa Menjadi Negara Maju di 2045, Bappenas: Jika Tiap Tahun Ekonomi Tumbuh 7 Persen

13 hari lalu

RI Bisa Menjadi Negara Maju di 2045, Bappenas: Jika Tiap Tahun Ekonomi Tumbuh 7 Persen

Bappenas menyebutkan pertumbuhan ekonomi Indonesia rata-rata setiap tahun harus mencapai 6 hingga 7 persen secara tahunan agar menjadi negara maju.