Selasa, 13 November 2018

Di Bali, Bappenas Sepakati Investasi Proyek Infrastruktur Rp 47 T

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional atau Bappenas Bambang Brodjonegoro menyampaikan pidato pada diskusi panel tentang Inclusive Urbanization Amid Global Change dalam rangkaian Pertemuan Tahunan IMF World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, Sabtu 13 Oktober 2018. ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Puspa Perwitasari

    Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional atau Bappenas Bambang Brodjonegoro menyampaikan pidato pada diskusi panel tentang Inclusive Urbanization Amid Global Change dalam rangkaian Pertemuan Tahunan IMF World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, Sabtu 13 Oktober 2018. ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Nusa Dua - Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN) menyepakati proyek kerjasama investasi di bidang infrastruktur dengan beberapa investor khususnya energi terbarukan, jalan tol dan perkebunan. Menteri PPN/Bappenas, Bambang Brodjonegoro mengatakan proyek-proyek tersebut saat ini telah ditandatangani dan sudah memasuki fase finansial closing.

    BACA: Sri Mulyani: Kawasan Asia Timur Hadapi Lima Tantangan Infrastruktur

    "Beberapa proyek, bukan rencana atau wacana yang akan dikerjakan, tetapi proyek pasti. Beberapa sudah bisa mulai operasi tahun depan," kata Bambang saat memberikan sambutan dalam penandatanganan kesepakatan atau financial closing di Hotel Nikko, Tanjung Benoa, Nusa Dua, Bali, Sabtu, 13 Oktober 2018.

    Adapun pertemuan dan penandatangan ini merupakan bagian dari rangkaian Pertemuan IMF-World Bank 2018 yang digelar di Nusa Dua, Bali, 8-15 Oktober 2018. Pembiayaan proyek-proyek yang telah ditanda tangani ini mendapat fasilitasi dari Pembiayaan lnvestasl Non Anuaran Pemerintah (PINA) Center for Private Investment atau yang juga dikenal dengan PINA Center Bappenas, entitas di bawah kementerian.

    Bambang mengatakan nilai kesepakatan proyek infrastruktur yang telah memasuki financial closing ini senilai Rp 47 triliun. Bambang juga menjelaskan untuk proyek pembangunan infrastruktur pembangkit biomassa senilai Rp 590 miliar, sebesar Rp 2 triliun untuk pengembangan di bidang perkebunan dan sisanya untuk pembangunan infrastruktur dua jalan tol di Bandung, Jakarta dan juga Jogja-Solo.

    Dalam kesempatan itu, Bambang berujar bahwa dirinya mempersilakan bagi investor yang ingin masuk dan berinvestasi di sektor-sektor strategis yang dikerjakan oleh pemerintah saat ini. Apalagi saat ini pemerintah menawarkan banyak skema yang bisa digunakan dalam berinvestasi.

    "Ada banyak skema yang ditawarkan oleh pemerintah, bisa lewat KPBU atau masuk lewat BUMN," kata Bambang.

    Adapun proyek-proyek yang ditandatangani dan memasuki tahap financial closing tersebut adalah pembangunan fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) di Kalimantan Barat. Proyek ini diharapkan dapat memperkuat pasokan listrlk daerah Kalimantan Barat, sekligus berkontribusi dalam mendukung dan mengembangkan lnfrastruktur di bidang pembangkit listrik energi baru terbarukan.

    Kemudian, disepakati pula rangka restrukturisasi perusahaan dan pengembangan infrastruktur perkebunan di lingkungan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) dan anak perusahaan. Selain itu, di bidang jalan tol, ada proyek pembangunan dan penambanan ruang lingkup jalan tol untuk ruang Cawang-Tanjung Priok-Ancol dan juga pembangunan North South Link Bandung (jalan tol Kota Bandung-Koja) yang merupakan bagian dari tol ruas Soreang-Pasir Koja.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?