Rupiah Diprediksi Bergejolak Pekan Depan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mata uang rupiah . REUTERS/Beawiharta

    Ilustrasi mata uang rupiah . REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.CO, Jakarta - Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara memperkirakan rupiah kembali bergejolak dalam sesi perdagangan pekan depan atau pada 8-12 Oktober. Bhima memprediksi rupiah akan bergerak di di kisaran Rp 15.110 - Rp 15.240 per dolar Amerika Serikat.

    Baca: Rupiah Tembus Rp 15 Ribu per Dolar AS, BI: Masih Aman

    "Pelemahan rupiah terjadi secara konsisten sampai akhir September kendati BI telah menaikkan bunga acuan dan intervensi cadangan devisa," kata Bhima saat dihubungi, Ahad, 7 September 2018.

    Bhima mengatakan faktor global dipengaruhi oleh Yield Treasury 10 tahun atau surat utang AS yang telah mencapai 3,23 persen. Menurut Bhima, hal itu menandakan ekspektasi pelaku pasar terhadap ekonomi dunia dalam jangka panjang cenderung memburuk.

    Bhima mengatakan investor memburu instrumen utang AS sebagai flight to quality atau mencari aset yang aman. "Dollar index berada di level 95,4 masih berpeluang naik. Ini menandakan era super dolar masih akan membayangi perekonomian negara berkembang," kata Bhima.

    Menurut Bhima, perang dagang AS - Cina makin memburuk setelah negosiasi tidak tercapai. Bhima Goldman Sachs menganalisis perang dagang akan menurunkan profit korporasi besar di hampir seluruh dunia secara gradual.

    "Dari Eropa polemik Brexit dan defisit anggaran Italia menjadi momok yang menakutkan bagi pelaku pasar. Outlook mata uang Euro masih bearish atau melemah terhadap dolar AS," ujar Bhima.

    Senior Analyst CSA Research Institute Reza Priyambada memperkirakan rupiah pekan depan bergerak di kisaran Rp 15.220 -
    Rp 15.165

    "Faktor global masih menjadi pertimbangan pergerakan rupiah. Tekanan jual diharapkan bisa lebih mereda. Data-data AS juga masih menjadi perhatian pelaku pasar untuk menentukan arah pergerakan dolar AS," kata Reza.

    Dalam situs resmi Bank Indonesia, Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau JISDOR mencatat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di angka Rp 15.182 pada 5 Oktober 2018. Angka tersebut menunjukkan pelemahan 49 poin dari nilai sebelumnya, yaitu Rp 15.133 pada 4 Oktober 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Fakta Kasus Suap Pajak, KPK Bidik Pejabat Dirjen Pajak dan Konsultan

    KPK menetapkan pejabat Direktorat Jenderal atau Dirjen Pajak Kementerian Keuangan sebagai tersangka dalam kasus suap pajak. Konsultan juga dibidik.