Darmin: Inflasi Bisa Ditekan karena Soal Beras Sudah Diantisipasi

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kanan) menerima foto dari Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution (kiri) disaksikan Deputi Bidang Koordinasi Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kemenko Perekonomian Wahyu Utomo (kanan) usai mengunjungi pameran pemenang lomba foto pembangunan infrastruktur di Monumen Nasional, Jakarta, 27 Agustus 2017. Lomba ini bertema

    Presiden Joko Widodo (kanan) menerima foto dari Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution (kiri) disaksikan Deputi Bidang Koordinasi Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kemenko Perekonomian Wahyu Utomo (kanan) usai mengunjungi pameran pemenang lomba foto pembangunan infrastruktur di Monumen Nasional, Jakarta, 27 Agustus 2017. Lomba ini bertema "Di Darat, Laut, dan Udara Infrastruktur Kita Bangun". ANTARA/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyebut pengendalian tingkat inflasi menjadi salah satu hal menonjol dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Pemerintah, menurut dia, berhasil menekan tingkat inflasi ke level rendah.

    Baca: SBY Klaim Selamatkan Defisit Migas, Indef: Tapi Inflasi Tinggi

    "Dari dulu Indonesia mengidap inflasi relatif tinggi dan kronis," ujar Darmin di Hotel Rafles, Jakarta, Kamis, 27 September 2018. Di masa lalu, kata dia, tingkat inflasi Indonesia bisa mencapai dua digit, alias di atas 10 persen. Sementara, tahun ini inflasi direncanakan dijaga di level 3,5 persen.

    Menurut dia, salah satu yang kerap menyebabkan tingkat inflasi melejit adalah kondisi negara kepulauan dan biaya logistik yang mahal. Darmin menegaskan pemerintah terus berupaya menekan tingkat inflasi itu.

    Darmin lantas menceritakan bahwa belakangan Filipina yang juga negara kepulauan kembali dilanda inflasi dua digit. Padahal, sebelumnya, kata Darmin, Filipina telah lebih dulu berhasil mengatasi tingkat inflasinya, bahkan lebih rendah dari Indonesia, yaitu di level 2-2,5 persen.

    "Tahun ini gara-gara beras, mereka salah hitung dan terlambat bereaksi, inflasi dia ke double digit lagi. Mudah-mudahan bisa diatasi," kata Darmin.

    Selain memiliki kesamaan bentuk geografis negara kepulauan, Darmin mengatakan Filipina punya sistem yang mirip dengan Indonesia dalam mengendalikan harga beras. "Filipina juga punya Bulog, seperti Indonesia, berbeda dengan Malaysia yangf mengatur dengan Undang-undang."

    Selain soal inflasi, Darmin mengatakan pemerintahan Jokowi terus berusaha membalikkan arah perkembangan ekonomi yang pada pemerintahan sebelumnya cenderung melambat. "Perlahan tapi kontinu dibalikkan perlambatan jadi percepatan pertumbuhan ekonomi," ujar Darmin.

    Baca: Cerita Sandiaga dan 100 Ribu, Ekonom Jelaskan Pelemahan Rupiah ..

    Terlepas dari inflasi itu pula, Pemerintah mematok pertumbuhan ekonomi di tahun 2019 adalah 5,3 persen. "Sebab, beberapa waktu terakhir ada gejolak baru internasional yang mau tak mau memengaruhi irama yang kita bangun 3,5 tahun terakhir," kata Darmin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.