Candaan Sri Mulyani: Universitas Lebih Banyak Hasilkan Politisi

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berdialog dengan finalis terpilih Kalbe Junior Scientist Award (KJSA) 2018 di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat, 14 September 2018. Sebanyak 20 finalis adu kreativitas ilmuwan muda ini berkesempatan mengikuti <i>sharing session</i> dengan Menteri Keuangan. Tempo/Amston Probel

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berdialog dengan finalis terpilih Kalbe Junior Scientist Award (KJSA) 2018 di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat, 14 September 2018. Sebanyak 20 finalis adu kreativitas ilmuwan muda ini berkesempatan mengikuti sharing session dengan Menteri Keuangan. Tempo/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan sejumlah upaya pemerintah untuk pembiayaan infrastruktur dalam acara Deloitte Indonesia Infrastructure CEO Forum 2018. Menurut Sri Mulyani, pemerintah terus melalukan diversifikasi pembiayaan di tengah minimnya bujet dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

    BACA: Sri Mulyani Kaji Tingginya Impor Migas Agustus

    Untuk itu, kata Sri Mulyani, pemerintah akan sebisa mungkin memperbesar keterlibatan swasta dalam pembiayaan infrastruktur, salah satunya lewat skema Public-Private Partnership (PPP) yang sudah mulai berjalan. "Caranya? saya akan bilang ke mereka (swasta) beri saya anggaran yang lebih, akan saya bangunkan rel kereta untuk anda, bandara untuk anda, itu cara mudahnya," kata Sri di Grand Hyatt Hotel, Jakarta Pusat, Kamis, 20 September 2018.

    Dalam acara berjudul "A Dialog to Unlock Investment Potential Infrastructure Public and Private", Sri Mulyani menceritakan momen saat Ia kembali ke Indonesia karena diangkat menjadi Menteri Keuangan oleh Presiden Joko Widodo pada Juli 2016. Saat itu, kata dia, sedikit sekali yang berfikir soal pengembangan infrastruktur di Indonesia padahal banyak universitas yang ada. "Tapi universitas lebih banyak menghasilkan politisi," kata Sri yang disambut tawa peserta acara.

    Sri Mulyani mengatakan pemerintah saat ini sangat berkomitmen untuk mengembangan infrastruktur. Sebab, kualitas infrastruktur Indonesia masih ketinggalan dibandingkan dengan negara berkembang lainnya seperti negara tetangga Thailand. "Kalau dengan Thailand yang sama-sama mengalami krisis keuangan 1998, kita cenderung di belakang dan stagnan," ujarnya.

    Akan tetapi, seluruh masalah itu kata Sri Mulyani adalah bagian dari proses pembelajaran. Saat ini, banyak kementerian sudah mulai sadar dengan pentingnya skema PPP untuk infrastruktur. Kepada para investor yang berminat, Sri Mulyani pun dengan percaya diri menyampaikan, "Jika tertarik cukup ke saya, parlemen sudah mengizinkan," ujarnya.

    Di akhir pidatonya, bekas Managing Director Bank Dunia ini kembali melontarkan candaan. Sri Mulyani mengatakan dirinya pernah satu kali bertanya pada sejumlah milenial alias anak muda. "Nanti mau jadi apa? ada yang jawab menteri keuangan, tapi tak satupun dari mereka ingin jadi insinyur."

    BACA: Sri Mulyani: Pertemuan IMF Berdampak Besar Bagi Perekonomian

    Sisanya, kata Sri Mulyani, ingin jadi youtuber hingga game desainer. "Saya jadi khawatir kalau mereka hanya bangun infrastruktur di dunia virtual saja," kata Sri Mulyani yang kembali disambut tawa peserta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.