Sri Mulyani: Pertemuan IMF Berdampak Besar Bagi Perekonomian

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menghadiri  World Economic Forum on ASEAN di Convention Center, Hanoi, Vietnam, Rabu, 12 September 2018. REUTERS/Kham

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menghadiri World Economic Forum on ASEAN di Convention Center, Hanoi, Vietnam, Rabu, 12 September 2018. REUTERS/Kham

    TEMPO.CO, Jakarta - Menjelang pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia atau IMF - World Bank pada 8-14 Oktober 2018, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengunggah pesan dan foto di akun resmi Instagram pribadinya, @smindrawati.

    BACA: Sri Mulyani Kaji Tingginya Impor Migas Agustus

    Sri Mulyani mengatakan Indonesia akan mendapatkan dampak ekonomi yang besar. "Dari sektor pariwisata, perhotelan, restoran, hiburan, dan lain-lain," ujarnya dalam keterangan foto yang baru saja dia unggah, Selasa, 18 September 2018.

    Sri Mulyani menjelaskan, pertemuan tersebut merupakan perhelatan akbar bagi pengambil keputusan di bidang keuangan, baik swasta maupun pemerintah. Sekitar 15 ribu peserta dari 189 negara akan hadir dalam acara tersebut.

    BACA: Sri Mulyani Yakin Angka Ekspor RI Masih Bisa Ditingkatkan

    Hal-hal yang akan dibahas dalam pertemuan IMF, kata Sri Mulyani, antara lain studi mengenai urbanisasi yang dapat meningkatkan kapasitas suatu negara dari kategori negara berpenghasilan rendah menjadi negara berpenghasilan menengah. Selain itu, akan diluncurkan Human Capital Index yang akan digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan di negara-negara di dunia dalam menetapkan kebijakan mengenai investasi dalam bidang pendidikan dan kesehatan.

    Menurut Sri Mulyani, hasil dari IMF akan menjadi referensi global dan menjadi acuan bagi semua negara anggota IMF dan World Bank. Selain itu, dalam menghadapi era digital, akan dilakukan flagship seminar terkait dengan digital economy untuk membahas prinsip-prinsip pengelolaan digital economy oleh IMF, dan World Bank kebijakan tentang kesiapan tenaga kerja, infrastruktur, inklusi keuangan, serta aspek perpajakannya.

    Sri Mulyani baru saja mengunggah foto tersebut selama 34 menit, tapi sudah disukai oleh 2.748 pengguna Instagram dan mendapat 40 komentar positif hingga berita ini diturunkan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.