Budi Waseso: Mantan Bos Bulog Jangan Jadi Pengkhianat Bangsa

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama Perum Bulog Komisaris Jenderal purnawirawan, Budi Waseso, usai menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantor wakil presiden, Jakarta, 22 Mei 2018. TEMPO/Friski Riana

    Direktur Utama Perum Bulog Komisaris Jenderal purnawirawan, Budi Waseso, usai menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantor wakil presiden, Jakarta, 22 Mei 2018. TEMPO/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan impor beras saat ini belum dibutuhkan. Ia juga menyayangkan ada mantan bos Bulog yang menyarankan untuk tetap impor.

    BACA: Polemik Impor Beras, Budi Waseso: Kita Harus Berhitung Betul

    "Banyak yang menyampaikan Bulog tetap impor dan mesti impor, sayang yang menyampaikan ini mantan Dirut Bulog," ujar dia saat konferensi pers di gedung Bulog, Rabu, 19 September 2018.

    Menurut dia impor beras yang dilakukan harus melalui perhitungan yang benar. Ia meminta agar mantan bos Bulog tersebut tidak menjadi pengkhianat bangsa. "Jangan jadi pengkhianat bangsa ini. Dari mana hitungan dia, kayak orang yang paling pinter aja," ujarnya.

    BACA: Gudang Bulog Penuh, Mendag: Itu Urusan Bulog

    Ia meminta agar urusan perberasan ini tak dicampuradukkan dengan masalah pribadi. Sebab, urusan beras, kata Budi, merupakan urusan masyarakat bersama.

    "Jangan campur adukan kepentingan pribadi ini masalah perut, jangan di pakai main-main saya minta," ujarnya.

    Budi Waseso menjelaskan soal impor beras harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. "Saya baru tahu hari ini, kenapa beras impor itu ngga bisa keluar. Ya gimana mau keluar, orang tidak butuh ya kenapa dikeluarkan."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.