Bos Bulog Sebut Sewa Gudang TNI untuk Simpan Stok Beras

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama Perum Badan Urusan Logistik atau Bulog Budi Waseso dan Tjahya Widayanti Dirjen Perdagangan Dalam Negeri saat meluncurkan giat ketersediaan pasokan dan stabilitas harga pangan di Gudang Bulog Divre DKI Jakarta dan Banten, Kelapa Gading, Jakarta, Rabu, 6 Juni 2018. Tempo/Hendartyo Hangg

    Direktur Utama Perum Badan Urusan Logistik atau Bulog Budi Waseso dan Tjahya Widayanti Dirjen Perdagangan Dalam Negeri saat meluncurkan giat ketersediaan pasokan dan stabilitas harga pangan di Gudang Bulog Divre DKI Jakarta dan Banten, Kelapa Gading, Jakarta, Rabu, 6 Juni 2018. Tempo/Hendartyo Hangg

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan stok beras yang berada di dalam gudang penyimpanan Bulog saat ini mencapai 2,2 juta ton. Ia menjelaskan sebenarnya kemampuan penyimpanan gudang Bulog mencapai 3 juta ton.

    Baca jugaKemarau, Bulog Bojonegoro Kirim 6.000 Ton Beras ke Tiga Provinsi

    Namun, Bulog harus menyewa gudang milik TNI AU untuk menyimpan stok beras karena beberapa gudang penyimpanan Bulog ada yang rusak dan harus diperbaiki. "Hari ini masih kita sewa bahkan pinjem gudangnya TNI AU," kata dia di Pasaraya Kramat Jati, Jumat, 14 September 2018.

    Budi menjelaskan stok beras yang dimiliki pedagang di pasar masih banyak, sehingga belum ada alasan bagi Bulog untuk melakukan impor. "Tapi mereka juga mengatakan belum perlu karena masih punya stok banyak," ujar dia.

    Artinya, kata Budi, produksi beras yang dihasilkan saat ini sangat besar. Oleh sebab itu, hingga akhir tahun diperkirakan belum membutuhkan impor beras.

    "Ngapain impor dengan dolar kian mahal, ini kan menyangkut anggaran negara," ujarnya.

    Menurut dia pemerintah tak usah memaksakan jika impor belum dibutuhkan. "Pelaksanaanya kan saya. Saya harus tau persis kebutuhan kayak apa situasinya kayak apa, perlu atau tidak. Jangan jadi beban," ujarnya.

    Baca jugaBulog: September, Beras Saset 200 Gram Ada di Seluruh indonesia

    Ia juga mengatakan impor beras yang diperintahkan oleh pemerintah tak sebanding dengan jumlah gudang penyimpanan Bulog. "Kalau saya penuhi ya perintah kemarin dari Menko dan Mendag bahwa impor 1 juta, mau ditaro di mana beras itu? Kecuali Mendag menyediakan gudang atau kantor beliau mau dijadikan gudang beras," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).