Kemarau, Bulog Bojonegoro Kirim 6.000 Ton Beras ke Tiga Provinsi

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi beras Bulog. TEMPO/Subekti

    Ilustrasi beras Bulog. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Bojonegoro - Bulog Sub-Divisi Regional (Divre) III Bojonegoro mengirim beras sebanyak 6.000 ton di tiga provinsi. Pengiriman beras di tiga provinsi ini untuk pemerataan beras terutama saat kemarau bulan Juli-Oktober 2018 ini.

    BACA: Bulog Pekalongan Sosialisasikan Beras Saset 200 Gram ke 59 RPK

    Tiga provinsi yang mendapat kiriman beras dari Kabupaten Bojonegoro itu, yaitu Papua dengan 2.000 ton, kemudian Provinsi Nusa Tenggara Timur ada 2000 dan Provinsi Sumatera Utara sebanyak 2.000 ton atau total 6.000 ton. Untuk pengiriman pertama lewat kapal telah diberangkatkan ke Provinsi Papua pada 9 Juli 2018.

    Kemudian pengiriman beras lewat kapal ke NTT dan Provinsi Sumatera Utara, diberangkatan pada pekan depan. “Jadi sudah mulai kita kirim, ujar Wakil Kepala Sub Bulog Divre III Bojonegoro Edy Kusuma pada Tempo Selasa, 17 Juli 2018.

    Menurut Edy Kusuma, permintaan pengiriman beras ke tiga provinsi itu datang dari Kantor Bulog Pusat di Jakarta. Isi permintaan dari Bulog Pusat di Jakarta, agar Sub-Bulog Divre III Bojonegoro segera kirim beras ke Provinsi Papua, NTT dan Sumut. Tujuannya untuk antisipasi kemarau dan juga pemerataan beras di beberapa daerah di Tanah Air.

    Stok beras di Bulog Sub-Divre III Bojonegoro, sekarang ini tersedia 22.400 ton dari target pengadaan tahun 2018 sebanyak 76 000 ton. Beras sebanyak itu, dibeli dari petani yang berasal dari Kabupaten Bojonegoro, Tuban dan Lamongan—areal Sub- Divre III Bulog Bojonegoro.

    BACA: Bulog: September, Beras Saset 200 Gram Ada di Seluruh Indonesia

    Sebelumnya Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro Bambang Sutopo mengatakan ada beberapa petak sawah di daerahnya yang masih panen. Terutama pinggir di Sungai Bengawan Solo, di 16 kecamatan.

    Di antaranya Kecamatan Margomulyo, Ngraho, Padangan, Purwosari, Malo, Kasiman, Gayam, Kalitidu, Dander, Trucuk, Kapas, Kanor, Sumberejo, dan Baureno. Persawahan di daerah ini diuntungkan oleh stok air dari sungai, meski dalam kondisi musim kemarau. “Ada yang masih panen tapi juga mulai tanam,” ujarnya pada Tempo, akhir Mei 2018 lalu.

    Data Dinas Pertanian Bojonegoro menyebutkan produksi tahun 2017 setara beras sebanyak 963.137 ton. Sedangkan kemampuan produksinya sebanyak 6,343 ton per hektare dengan area tanam 2017-2018 seluas 151.842 hektare. Dengan produksi tersebut, stok beras dianggap masih mencukupi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.