Sektor Migas Defisit, Menteri Luhut Yakin 2-3 Bulan Membaik

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan usai Afternoon Tea dengan media di kantornya, Rabu, 1 Agustus 2018. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan usai Afternoon Tea dengan media di kantornya, Rabu, 1 Agustus 2018. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menilai defisit neraca perdagangan pada Agustus 2018 sudah cukup membaik ketimbang bulan sebelumnya. Badan Pusat Statistik mengumumkan defisit neraca perdagangan bulan lalu US$ 1,02 miliar, lebih rendah ketimbang Juli 2018 yang US$ 2,01miliar.

    Baca: SKK Migas: Ada 328 Gangguan Keamanan di Wilayah Hulu Migas

    "Memang diharapkan surplus ternyata masih minus, tapi sebenarnya membaik," ujar Luhut di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin, 17 September 2018.

    Luhut menilai efek dari pengereman impor belakangan ini mulai terasa. "Tapi kita harus sabar," ujar dia. Ia menduga dampak dari kebijakan impor pemerintah baru akan terasa di akhir tahun ini. "Saya kira dua tiga bulan ke depan mestinya akan mulai. Atau paling tidak berhenti dulu, kemudian dia bertahap membaik."

    Bekas Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan itu meyakini angka defisit akan terus membaik seiring dengan kebijakan pemerintah mengurangi impor barang-barang yang tidak perlu. Di samping itu, pemerintah juga memacu ekspor dan sektor pariwisata.

    Pengereman impor merupakan upaya pemerintah mengurangi defisit neraca berjalan yang selama ini memberi tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Sejauh ini, Luhut berpendapat Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo sudah menjalankan perannya dengan baik untuk mengelola sektor fiskal dan moneter.

    "Soal teknis giliran kami, seperti penerapan tingkat kandungan dalam negeri, penggunaan biodiesel B20, juga sektor pariwisata," kata Luhut. "Kemudian insentif-insentif lagi dikerjain, sekarang lagi tahap penyusunan dan eksekusi."

    BPS pada hari ini menyatakan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2018 mengalami defisit US$ 1,02 miliar. "Defisit bulan ini lebih kecil jika dibandingkan bulan lalu yakni sebesar US$ 2,01 miliar. Lebih kecil setengahnya," kata Kepala BPS Suhariyanto saat menyampaikan Perkembangan Ekspor dan Impor Indonesia Juli 2018.

    Defisit neraca perdagangan tersebut dipicu oleh defisit sektor migas US$ 1,66 miliar, sementara sektor nonmigas surplus US$ 0,64 miliar. Adapun nilai ekspor Indonesia pada Agustus 2018 mencapai US$ 15,82 miliar atau turun 2,9 persen dibandingkan ekspor Juli 2018. Sedangkan dibandingkan Agustus 2017 angkanya meningkat 4,15 persen.

    Suhariyanto menyampaikan bahwa nilai impor Indonesia pada Agustus 2018 mencapai US$ 16,84 miliar. Angka itu atau turun US$ 1,457 miliar atau 7,97 persen dibandingkan Juli 2018


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.