Pengamat Ingatkan Pemerintah Bahaya Tak Naikkan Harga BBM

Warga dengan membawa jeriken bahan bakar minyak antre menyeberang dari Dermaga Teluk Kalong ke Dermaga Tanjung Harapan untuk membeli BBM di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, 15 Oktober 2017. Pemerintah melalui PT Pertamina Persero dengan program BBM Satu Harga meresmikan SPBU Modular Kecamatan Paloh. ANTARA

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro mengatakan pemerintah perlu berhati-hati dengan kebijakan harga bahan bakar minyak (BBM) murah. Menurut Komaidi kebijakan BBM murah memang baik untuk menjaga daya beli masyarakat.
 
 
"Tetapi di sisi yang lain, kebijakan BBM murah akan menimbulkan beban fiskal karena berdasarkan UU Keuangan Negara selisih harga penetapan dan harga keekonomian harus dibayar oleh negara/pemerintah," kata Komaidi dalam keterangan tertulis, Jumat 14 September 2018.
 
Komaidi melihat kondisi saat ini berbeda dengan kondisi pada semester II 2014 hingga akhir 2017, di mana harga minyak berada pada trend yang rendah dan nilai tukar rupiah relatif stabil. Kondisi saat itu, kata Komaidi, relevan jika pemerintah menerapkan kebijakan harga BBM murah.
 
Sementara saat ini, menurut Komaidi, realisasi perkembangan harga minyak dan nilai tukar rupiah tercatat terdeviasi cukup jauh dari asumsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018.
 
"Rata-rata harga minyak dunia pada Agustus 2018 tercatat sekitar US$ 72,44 per barel, sementara asumsi APBN 2018 ditetapkan US$ 48 USD/barel. Rata-rata nilai tukar rupiah terhadap dolar AS selama Agustus 2018 tercatat sebesar Rp 14.560 per dolar AS, sementara asumsi APBN 2018 ditetapkan Rp 13.400/USD," ujar Komaidi.
 
Menurut Komaidi dengan deviasi dua variabel utama dari harga minyak dan nilai tukar rupiah tersebut, sesungguhnya harga BBM subsidi, harga BBM khusus penugasan, dan harga BBM umum, sudah perlu disesuaikan.
 
Komaidi dengan menggunakan asumsi rata-rata harga minyak dan nilai tukar selama Agustus 2018, PPN (10 persen), PBBKB (5 persen), biaya kilang, biaya distribusi, margin badan usaha, dan margin SPBU (10 persen), kisaran harga keekonomian BBM berdasarkan jenis, yaitu:
 
- Harga BBM jenis Premium Rp 8.500 per liter versus harga penetapan Rp 6.450 per liter
- Harga BBM jenis Solar Rp 8.300 per liter versus harga penetapan Rp 5.150 per liter
- Harga BBM jenis Minyak Tanah Rp 11.300 vs harga penetapan Rp 2.500 per liter
 
"Berdasarkan volume solar dan minyak tanah subsidi yang ditetapkan dalam APBN 2019 dan konsumsi Premium 2019 diasumsikan sama dengan outlook 2018, pada 2019 mendatang terdapat tambahan beban fiskal sekitar Rp 45 triliun yang harus dialokasikan untuk menutup selisih harga BBM," ujar Komaidi.
 
Komaidi mengatakan tidak hanya untuk BBM subsidi (solar dan minyak tanah) dan BBM khusus penugasan (premium), harga BBM umum (Pertalite, Pertamax dan jenis lain yang tidak subsidi) pada dasarnya juga perlu disesuaikan.
 
"Hal tersebut terkonfirmasi dari data harga BBM umum RON yang sama di pasar Indonesia pada periode Agustus-September 2018 tercatat lebih rendah dari harga yang diberlakukan di negara tetangga seperti Singapura, Philipina, Thailand, Vietnam, dan Laos," kata Komaidi.

Komaidi menilai, jika pemerintah menahan harga BBM Subsidi dan BBM Khusus Penugasan untuk melindungi daya beli masyarakat, hal tersebut baik, tetapi terdapat konsekuensi fiskal dari kebijakan tersebut.
 





BPS Sebut Kebijakan Fiskal dan Moneter Jaga Daya Beli dan Aktivitas Ekonomi 2022

14 jam lalu

BPS Sebut Kebijakan Fiskal dan Moneter Jaga Daya Beli dan Aktivitas Ekonomi 2022

BPS mencatat bagaimana kebijakan pemerintah melalui konsolidasi fiskal dan moneter sepanjang 2022.


Bengkulu Akan Evaluasi Kuota BBM Lewat Full Journey Program MyPertamina

22 jam lalu

Bengkulu Akan Evaluasi Kuota BBM Lewat Full Journey Program MyPertamina

Pemerintah Provinsi Bengkulu sudah menerapkan full journey program subsidi MyPertamina pada hari ini untuk melakukan evaluasi kuota BBM.


Batasi Pembelian Solar Subsidi Pakai MyPertamina, Pertamina: Yang Belum Terdaftar, Maksimal Beli 20 Liter

1 hari lalu

Batasi Pembelian Solar Subsidi Pakai MyPertamina, Pertamina: Yang Belum Terdaftar, Maksimal Beli 20 Liter

Pertamina Patra mulai penggunaan aplikasi MyPertamina untuk membatasi pemebelian bahan bakar minyak atau BBM bersubsidi.


Cara Daftar MyPertamina untuk BBM Subsidi 2023

1 hari lalu

Cara Daftar MyPertamina untuk BBM Subsidi 2023

Untuk mendapatkan subsidi BBM Pertalite dan solar, Anda harus mendaftar di aplikasi MyPertamina terlebih dulu. Simak cara daftar Mypertamina di sini.


Sri Mulyani dan Hantu Inflasi 2023, Berikut Sederet Pernyataannya

2 hari lalu

Sri Mulyani dan Hantu Inflasi 2023, Berikut Sederet Pernyataannya

Sejak 2022, Menkeu Sri Mulyani Indrawati getol bicara soal inflasi di Indonesia. menurutnya, fenomena ini berpeluang terjadi akibat resesi global 2023


Kritik Implementasi B35, Faisal Basri: Ada Penghematan Devisa, tapi Ongkosnya Lebih Besar Jadi Minus

2 hari lalu

Kritik Implementasi B35, Faisal Basri: Ada Penghematan Devisa, tapi Ongkosnya Lebih Besar Jadi Minus

Ekonom Senior Universitas Indonesia Faisal Basri menepis klaim pemerintah bahwa implementasi program biodiesel B35 dapat menghemat devisa.


Harga BBM Nonsubsidi Mengalami Kenaikan, Berikut Daftarnya

2 hari lalu

Harga BBM Nonsubsidi Mengalami Kenaikan, Berikut Daftarnya

Harga BBM nonsubsidi mengalami kenaikan. Adapun produk BBM nonsubsidi yang naik Pertamax Turbo dan Pertamina Dex.


Cara Daftar Subsidi Tepat untuk Beli BBM Solar di Subsiditepat.mypertamina.id

3 hari lalu

Cara Daftar Subsidi Tepat untuk Beli BBM Solar di Subsiditepat.mypertamina.id

Uji Coba Subsidi Tepat untuk pembelian BBM solar meluas ke 193 kota/kabupaten mulai 26 Januari hingga 6 Februari 2023. Berikut tata cara daftarnya:


Harga Minyak Dunia Diprediksi Melemah Hari Ini, Begini Kata Analis

4 hari lalu

Harga Minyak Dunia Diprediksi Melemah Hari Ini, Begini Kata Analis

Harga minyak dunia diperkirakan melemah di rentang US$ 74,00 hingga US$ 78,50 per barel dalam perdagangan hari ini, Jumat, 3 Februari 2023.


Inflasi Januari 2023 Tercatat 5,28 Persen, Kemenkeu: Tren Menurun Perlahan

4 hari lalu

Inflasi Januari 2023 Tercatat 5,28 Persen, Kemenkeu: Tren Menurun Perlahan

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Febrio Kacaribu mengatakan inflasi Januari 2023 tercatat sebesar 5,28 persen (year on year/ YoY).