Rabu, 14 November 2018

Pertamina Resmikan BBM Satu Harga di Jayawijaya dan Tolikara

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga dengan membawa jeriken bahan bakar minyak antre menyeberang dari Dermaga Teluk Kalong ke Dermaga Tanjung Harapan untuk membeli BBM di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, 15 Oktober 2017. Pemerintah melalui PT Pertamina Persero dengan program BBM Satu Harga meresmikan SPBU Modular Kecamatan Paloh. ANTARA

    Warga dengan membawa jeriken bahan bakar minyak antre menyeberang dari Dermaga Teluk Kalong ke Dermaga Tanjung Harapan untuk membeli BBM di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, 15 Oktober 2017. Pemerintah melalui PT Pertamina Persero dengan program BBM Satu Harga meresmikan SPBU Modular Kecamatan Paloh. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Daftar pom bensin penyalur BBM Satu Harga kembali bertambah. PT Pertamina (Persero) bersama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral meresmikan SPBU Kompak 86.995.16 Wamena, Kab. Jayawijaya dan SPBU Kompak 86.995.17 Bokondini, Kab. Tolikara bertempat di SPBU 86.995.16 Distrik Wamena.

    Baca: Pertamina Targetkan 7 Penyalur BBM Satu Harga di Kalbar Tahun Ini

    Unit Manager Communication & CSR MOR VIII Maluku Papua, Eko Kristiawan mengatakan kedua SPBU Kompak ini merupakan titik ke-12 dan ke-13 yang diresmikan oleh Pertamina di 2018. Hadir dalam peresmian ini Unit Manager Communication & CSR MOR VIII, Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Kementerian ESDM, Bupati Jayawijaya, dan Staf Ahli Bupati Tolikara.

    Eko mengatakan peresmian SPBU Kompak ini merupakan realisasi komitmen pemerintah melalui Program BBM Satu Harga yang dijalankan oleh Pertamina untuk menyediakan BBM dengan harga sama seperti wilayah lain di Indonesia. Bupati Jayawijaya dan Tolikara menyambut dengan baik peresmian program ini karena akan mendorong perekonomian daerah.

    Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Kementerian ESDM, Yuli Rachwati, mengatakan BBM Satu Harga bertujuan agar BBM yang sama dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). "Dengan diresmikannya SPBU Kompak di Wamena dan Tolikara, diharapkan dapat memudahkan masyarakat untuk memperoleh BBM,” kata Yuli dalam keterangan tertulis, Senin, 10 September 2018.

    Sementara itu, kata Yuli di wilayah Kabupaten Tolikara sebelumnya belum ada lembaga penyalur sehingga SPBU Bokondini menjadi yang pertama di Tolikara. Selama ini masyarakat Tolikara mendapatkan suplai BBM dari Wamena, diharapkan masyarakat dapat dimudahkan dengan beroperasinya SPBU Kompak di Tolikara ini.

    "Kami berharap agar BBM solar dan premium ini dapat tersalurkan dengan tepat sasaran bagi masyarakat dengan harga yang ditetapkan pemerintah sehingga dapat mendorong perekonomian daerah,” ujar Yuli.

    Menurut Yuli, dukungan dari BPH Migas bekerja sama dengan pemda dan TNI/Polri sangat diperlukan agar penyaluran BBM di Wamena dan Tolikara berjalan lancar.

    Lebih lanjut Eko mengatakan perlu dukungan dari pemerintah Kabupaten Jayawijaya dan Tolikara untuk pendistribusian di wilayahnya sehingga dapat tersalurkan dengan tepat sasaran. Eko mengatakan supply point SPBU Wamena dan Bokondini berasal dari TBBM Jayapura yang disalurkan menggunakan moda transportasi udara yang ditempuh selama 1 jam ke Wamena dan 3 jam ke Tolikara.

    Baca: Pertamina Sebut BBM Satu Harga Terkendala, Ini Respons BPH Migas

    SPBU Kompak Wamena mendapatkan alokasi sebesar 60 KL per bulan dengan rincian 15 KL solar dan 45 KL premium. Sementara SPBU Bokondini 85 KL dengan alokasi 10 KL solar dan 65 KL premium. “SPBU Kompak ini diharapkan bisa bermanfaat untuk masyarakat agar tidak kesulitan mendapatkan BBM di Wamena dan Tolikara,” kata Eko.

    Simak berita menarik lainnya terkait BBM Satu Harga hanya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?