Dampak Rupiah Melemah, Pengusaha Tahu Terpaksa Perkecil Ukuran

Pekerja memotong tahu yang dibuat dengan menggunakan bahan baku kedelai impor di pabrik tahu rumahan di Jakarta, 10 Juni 2015. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

TEMPO.CO, Jakarta - Produsen tahu di Cibuntu, Kota Bandung, harus rela memperkecil ukuran tahu akibat terdampak pelemahan rupiah atas dolar yang pada Jumat 7 September 2018 pagi ini mencapai Rp14.881/dolar AS.

Baca juga: Rupiah Diprediksi Kembali Menguat terhadap Dolar AS Hari Ini

Pelemahan rupiah terhadap dolar berdampak pada harga kedelai yang ikut merangkak naik, terlebih hingga kini Indonesia masih mengimport kedelai. 

"Harga kedelai naik Rp76.000 sampai 77.000,menyusul harga awalnya Rp68.000 per Kg. Kemarin sempat berfluktuasi, hanya turun Rp50," ujar salah satu pemilik pabrik tahu Cibuntu, Iis Nata, ditemui di Cibuntu, Jumat 7 September 2018.

Dengan naiknya harga kedelai sebagai bahan utama produksi tahu, produsen dibuat galau. Ada beberapa opsi yang bisa mereka lakukan yakni menaikkan harga, pengurangan produksi, hingga memperkecil ukuran.

Bagi Iis, menaikkan harga merupakan pilihan yang sulit. Agar tetap mendapat keuntungan serta usahanya tetap berjalan.

Ia lebih memilih mengurangi produksi dan mengurangi ukuran tahu.

Menurut dia, tahu hasil produksinya biasa dibeli para pedagang dari sejumlah pasar tradisional di Bandung dan sekitarnya dengan cara pembayaran dilakukan setelah tahu habis terjual ke konsumen "Ya mau gimana lagi, kalau harganya dinaikkan komplainnya banyak," katanya.

Ia menjelaskan, sebelum rupiah melemah dalam satu kali produksi usaha pabrik tahu miliknya bisa menghabiskan 800 Kg hingga satu ton kedelai. Namun beberapa hari terakhir ia hanya mampu sekitar 500 Kg.

Pengurangan ini juga berdampak pada keuntungan yang diperoleh. Bahkan ia menyebut keuntungan menurun hingga 50 persen. "Hampir 50 persen keuntungan kita berkurang," kata IIS.

Dia berharap, nilai tukar rupiah atas dolar kembali stabil dalam waktu cepat,sehingga produksi tahu kembali normal dan produsen hingga pedagang tidak kembali dipusingkan. "Satu papan (tahu) tetap 35 ribu,tetapi keuntungan kita dikurangi. Permintaan juga menurun sekarang sudah rata-rata menangis," kata Iis.

ANTARA






Rupiah Melemah 2,24 Persen terhadap Dolar, Ringgit Malaysia 10,2 Persen

2 jam lalu

Rupiah Melemah 2,24 Persen terhadap Dolar, Ringgit Malaysia 10,2 Persen

Bank Indonesia menyatakan depresiasi rupiah tidak sedalam nilai tukar mata uang negara setara lainnya.


Terkini Bisnis: 4 Fakta Penarikan Mie Sedaap, BSU Tahap Empat

3 jam lalu

Terkini Bisnis: 4 Fakta Penarikan Mie Sedaap, BSU Tahap Empat

Berita terkini ekonomi bisnis hingga Sabtu sore, 1 Oktober 2022 antara lain empat fakta penarikan Mie Sedaap dari peredaran di supermarket Hong Kong.


BI: Tekanan terhadap Rupiah Disebabkan Ketidakpastian Pasar Keuangan Global

6 jam lalu

BI: Tekanan terhadap Rupiah Disebabkan Ketidakpastian Pasar Keuangan Global

Bank Indonesia menyatakan depresiasi rupiah relatif lebih baik dibandingkan dengan depresiasi mata uang sejumlah negara berkembang lainnya.


Terkini Bisnis: Lowongan Kerja di Kedubes AS Tawarkan Gaji Ratusan Juta, Harga Pertamax Turun

8 jam lalu

Terkini Bisnis: Lowongan Kerja di Kedubes AS Tawarkan Gaji Ratusan Juta, Harga Pertamax Turun

Berita terkini bisnis hingga Sabtu siang, 1 Oktober 2022, dimulai dari lowongan kerja di Kedubes AS untuk ditempatkan di Jakarta dan Surabaya.


Rupiah Terus di Level Rp 15.000-an per Dolar AS, BI: Utang Luar Negeri Tak Seperti 1998

9 jam lalu

Rupiah Terus di Level Rp 15.000-an per Dolar AS, BI: Utang Luar Negeri Tak Seperti 1998

Bank Indonesia (BI) memastikan, kondisi utang luar negeri (ULN) Indonesia saat ini masih sangat aman, meskipun kurs rupiah terus bertengger di level atas Rp 15.200 per dolar AS.


Intervensi BI Untuk Selamatkan Rupiah Kini Diklaim Tak Kuras Cadangan Devisa, Kenapa?

9 jam lalu

Intervensi BI Untuk Selamatkan Rupiah Kini Diklaim Tak Kuras Cadangan Devisa, Kenapa?

Intervensi BI untuk menyelamatkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kini tak harus banyak memakan cadangan devisa. Kenapa?


Rupiah Masih Melemah, BI : Memang Indeks Dolarnya Menguat

11 jam lalu

Rupiah Masih Melemah, BI : Memang Indeks Dolarnya Menguat

Bank Indonesia (BI) mencatat, pelemahan yang terjadi di nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat hingga saat ini lebih disebabkan indeks dolar atau DXY yang memang menguat.


Rupiah Akhir Tahun Diprediksi Tak Sampai Rp 15.000, Ekonom: Rupiah Masih Undervalued

1 hari lalu

Rupiah Akhir Tahun Diprediksi Tak Sampai Rp 15.000, Ekonom: Rupiah Masih Undervalued

Nilai tukar rupiah terpantau masih berada pada level di atas Rp15.200 per dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini, Jumat 30 September 2022.


Rupiah Dibuka Menguat di Posisi Rp 15.195

1 hari lalu

Rupiah Dibuka Menguat di Posisi Rp 15.195

Menteri Keuangan Sri Mulyani sebelumnya mengatakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat masih lebih baik ketimbang negara lain.


Rupiah Tembus Rp 15 Ribu, Sri Mulyani Sebut Mata Uang Negara Lain Lebih Loyo

1 hari lalu

Rupiah Tembus Rp 15 Ribu, Sri Mulyani Sebut Mata Uang Negara Lain Lebih Loyo

Sri Mulyani mengatakan depresiasi rupiah masih lebih rendah ketimbang negara lain, yakni 6,1 persen.