Kepala BPS Ingatkan Harga Beras Bakal Naik, Ini Sebabnya

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Operasi pasar beras yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta melalui  PT Food Station di Pasar Induk Cipinang, Jakarta, 10 Oktober 2017. Pemerintah juga berjanji akan menindak pedagang nakal yang menjual beras di atas harga eceran. Tempo/Ilham Fikri

    Operasi pasar beras yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta melalui PT Food Station di Pasar Induk Cipinang, Jakarta, 10 Oktober 2017. Pemerintah juga berjanji akan menindak pedagang nakal yang menjual beras di atas harga eceran. Tempo/Ilham Fikri

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pusat Statistik atau BPS mengingatkan adanya peningkatan harga gabah kering panen yang dapat memicu kenaikan harga beras seiring dengan berkurangnya panen di beberapa daerah di Indonesia. Kepala BPS Suhariyanto menyebutkan harga Gabah Kering Panen (GKP) di sejumlah daerah penghasil beras mengalami kenaikan, antara lain Lampung sebesar 7 persen, Jawa Tengah 8,7 persen, dan Banten 14,09 persen.

    Baca: Darmin: Impor Beras 1,8 Juta Ton Sudah Masuk ke Indonesia

    "Harga gabah panen naik ini menunjukkan panen di daerah mulai berkurang," ujar Suhariyanto dalam konferensi pers di Gedung BPS, Jakarta, Senin, 3 September 2018.

    Sementara itu, harga beras pada Agustus 2018 belum menunjukkan peningkatan karena pasokan masih cukup aman. Pada akhir bulan lalu, tutur Suhariyanto, ada sedikit kenaikan jika dilihat dari pantauan mingguan BPS. Namun, dia belum dapat menyampaikan kenaikan tersebut.

    Dari 1.862 transaksi penjualan gabah di 27 provinsi selama Agustus 2018, tercatat transaksi GKP 71,59 persen, gabah kualitas rendah 17,88 persen, dan Gabah Kering Giling (GKG) 10,53 persen.

    Selama Agustus 2018, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp 4.774,00 per kilogram (kg) atau naik 3,05 persen dan di tingkat penggilingan Rp 4.870,00 per kg atau naik 3,27 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada Juli 2018.

    Rata-rata harga GKG di petani Rp 5.308,00 per kg atau naik 1,95 persen dan di tingkat penggilingan Rp 5.400,00 per kg atau naik 1,64 persen. Harga gabah kualitas rendah di tingkat petani Rp 4.363,00 per kg atau naik 2,45 persen dan di tingkat penggilingan Rp 4.456,00 per kg atau naik 2,18 persen.

    Dibandingkan Agustus 2017, rata-rata harga pada Agustus 2018 di tingkat petani untuk kualitas GKP dan gabah kualitas rendah mengalami kenaikan masing-masing 5,88 persen dan 8,72 persen. Sementara itu, GKG mengalami penurunan sebesar 2,98 persen.

    Baca: Impor Beras, Mendag: Karena Inflasi Ingin Dijaga di 3,5 Persen

    Demikian juga di tingkat penggilingan, rata-rata harga pada Agustus 2018 untuk kualitas GKP dan gabah kualitas rendah mengalami kenaikan masing-masing 6,08 persen dan 8,58 persen. Adapun GKG turun sebesar 3,21 persen. Hal-hal tersebut yang kemudian diperkirakan bakal memicu harga beras di masa mendatang. 

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.