Ojek Online Tetap Demo Saat Pembukaan Asian Games 2018

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mencatat data pengemudi ojek online yang menunggu di tempat pemberhentian khusus bagi ojek online di gedung Balai Kota, Jakarta, Senin, 30 Juli 2018. Tempat khusus itu berada di dekat pos keamanan Balai Kota. TEMPO/Subekti

    Petugas mencatat data pengemudi ojek online yang menunggu di tempat pemberhentian khusus bagi ojek online di gedung Balai Kota, Jakarta, Senin, 30 Juli 2018. Tempat khusus itu berada di dekat pos keamanan Balai Kota. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Perhimpunan Pengemudi Transportasi dan Jasa Daring Indonesia (PPTJDI) Igun Wicaksono memastikan ojek online tetap menggelar aksi demonstrasi pada pembukaan Asian Games 2018. Sebelumnya, para pengemudi ojek online mengancam akan mengadakan demonstrasi besar-besaran menyusul konflik berkepanjangan dengan manajemen perusahaan aplikasi.

    Baca jugaJika Tarif Tak Dinaikan, Ojek Online Tetap Demo Saat Asian Games

    "Rencana masih belum berubah," kata Igun saat dihubungi di Jakarta, Minggu, 12 Agustus 2018. Para pengemudi ojek online, kata dia, akan terus berjuang melawan hak mereka sendiri.

    Konflik ini terjadi akibat adanya ketidakpuasan pengemudi terhadap sistem kemitraan di dua perusahaan aplikasi, yaitu Go-Jek dan Grab Indonesia. Salah satunya soal tarif dasar penumpang yang hanya Rp 1.600 per kilometer (km). Para pengemudi menuntut agar tarif dasar dinaikkan menjadi Rp 3.000 karena biaya hidup yang makin tinggi dan tidak relevan jika menggunakan tarif lama.

    Karena perusahaan aplikasi tak kunjung memberikan respons, maka pada 3 Agustus 2018, diadakan mediasi terpisah dengan bantuan Kepolisian Daerah Metro Jaya. Selain PPTJDI, kelompok yang juga terlibat, yaitu gabungan pengemudi ojek online dari Gerakan Aksi Roda Dua (Garda). Hasilnya, kedua perusahaan aplikasi akan memberikan pernyataan resmi terkait dengan tuntutan pengemudi.

    Namun sampai saat ini, kata Igun, baru Grab Indonesia yang menyampaikan pernyataan. Menurut dia, Go-Jek telah berjanji akan menyampaikan keterangan pada Kamis, 9 Agustus 2018. Namun sampai saat ini, ternyata belum terdengar kabar apa pun. "Kami masih menunggu rilis resmi," ujarnya.

    Igun juga menyampaikan bahwa mereka sangat terbuka untuk berkomunikasi dengan pihak mana pun. Namun, Ia menyesali perusahaan aplikasi yang selama ini cenderung tertutup. "Mereka hanya memikirkan investasi mereka sendiri," tutur Igun.

    Public Relation Manager Grab Indonesia Andre Sebastian mengatakan bahwa sejak Mei 2018, rata-rata tarif per kilometer juga sebenarnya sudah naik berkala menjadi jauh di atas Rp 2.000. Adapun Vice President Corporate Communications Go-Jek Michael Reza Say hanya meminta Tempo menunggu informasi resmi dari perusahaan.

    FAJAR PEBRIANTO | YOHANES PASKALIS

    Baca berita lain tentang ojek online di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.