Angka Kemiskinan di 7 Provinsi Meningkat, Ini Faktor Penyebabnya

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kemiskinan. Dok. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Ilustrasi kemiskinan. Dok. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pusat Statistik atau BPS mencatat dari 34 provinsi di Indonesia sebanyak tujuh diantaranya mengalami peningkatan kemiskinan. Ketujuh provinsi itu yaitu, Jambi dengan tingkat kemiskinan 7,92 persen, Aceh 15,97 persen, Sulawesi Barat 11,25 persen, Kepulauan Riau 6,20 persen, Lampung 13,14 persen, Kalimantan Utara 7,09 persen dan Maluku Utara 6,64 persen.

    BACA: Sri Mulyani Sebut Kemiskinan Turun, Ekonom Pertanyakan Hal Ini

    Adapun peningkatan kemiskinan tersebut yaitu Jambi meningkat sebesar 0,03 persen, Aceh 0,05 persen, Sulawesi Barat 0,07 persen, Kepulauan Riau 0,08 persen, Lampung 0,10 persen,  Kalimantan Utara 0,13 persen dan Maluku Utara 0,20 persen.

    Menurut data BPS komoditi makanan memiliki peran terhadap Garis Kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan komoditi bukan makanan. Pada Maret 2018, komoditi makanan menyumbang sebesar 73,48 persen pada garis kemiskinan. “Sementara sisanya 26,52 persen komoditi bukan makanan,” seperti tertulis dalam slide presentase BPS, Senin, 16 Juli 2018.

    BACA: Level Kemiskinan 1 Digit, Penduduk Rentan Miskin Masih Belum Aman

    Menurut data BPS salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat kemiskinan di Indonesia ialah harga beras. Data BPS tersebut menyebutkan kenaikan harga beras yang cukup tinggi yang mencapai 8,57 persen pada periode September 2017-Maret 2018 mengakibatkan penurunan kemiskinan menjadi tidak secepat periode Maret 2017-September 2017. Pada periode Maret 2017-September 2017 harga beras relatif tidak berubah.

    Faktor lainnya yaitu inflasi umum pada periode September 2017-Maret 2018 yang mencapai 1,92 persen, rata-rata pengeluaran perkapita/bulan untuk rumah tangga yang berada di 40 persen lapisan terbawah selama periode September 2017-Maret 2018 tumbuh 3,06 persen. Selain itu, bantuan sosial tunai dari pemerintah tumbuh 87,6 persen pada Triwulan I 2018, lebih tinggi dibanding Triwulan I 2017 yang hanya tumbuh 3,39 persen.

    Program beras sejahtera (Rastra) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pada Triwulan I pada Maret 2018 sebesar 99,62 persen. Yang terakhir ialah Nilai Tukar Petani (NTP) pada Maret 2018 berada di atas angka 100 yaitu 101,94.

    Baca berita tentang kemiskinan lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.