Transaksi Ekspor Timah Bangka Belitung Tembus USD 5 Juta

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah wisatawan berkunjung di Danau Bendung, Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Bangka Belitung, 22 Juli 2016. Danau yang terbentuk akibat bekas galian tambang timah menjadi salah satu tujuan wisata setempat dengan fasilitas rumah makan keluarga di sekelilingnya. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    Sejumlah wisatawan berkunjung di Danau Bendung, Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Bangka Belitung, 22 Juli 2016. Danau yang terbentuk akibat bekas galian tambang timah menjadi salah satu tujuan wisata setempat dengan fasilitas rumah makan keluarga di sekelilingnya. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Pangkalpinang -Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Indonesia menyambut positif kenaikan volume transaksi dan ekspor timah di Indonesian Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) yang hingga saat ini sudah menembus USD 5 Juta.

    Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar Bappebti Dharmayugo Hermansyah mengatakan sejak transaksi perdagangan timah dilakukan di ICDX pada 2013 sampai dengan Jun 2018, volume transaksi dan ekspor terus meningkat dengan harga rata-rata 20 ribu USD per Metric Ton (MT).

    BACA: Ekspansi Bisnis, PT Timah Segera Bangun Smelter di Nigeria

    "Nilai transaksi dari total ekspor di ICDX lebih dari 5 Juta USD. Secara strategis mutu timah kita sudah lebih baik dari sebelumnya. Apalagi setiap transaksi di bursa semuanya tercatat dan teregistrasi. Selain itu, pelaku industri sudah dijamin bahwa hasil produksinya sudah memenuhi syarat CNC dan ketentuan yang berlaku sesuai dengan permendag," ujar Dharmayugo dalam sambutannya di halal bihalal ICDX di Novotel Bangka, Kamis, 5 Juli 2018.

    Dharmayugo menuturkan Bappebti mengajak pelaku usaha untuk memilih pusat berjangka komoditi yang mempunyai integritas yang baik dan memberikan kepercayaan masyarakat serta mampu berkontribusi dalam pembangunan ekonomi nasional.

    "Kami juga meminta komitmen pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif dalam mengembangkan dan meningkatkan likuiditas transaksi perdagangan timah di bursa. ICDX juga bisa mengembangkan produk komoditi lainnya dan berperan aktif membangun ekonomi masyarakat Bangka Belitung dengan melihat komoditas yang berpotensi dikembangkan, termasuk lada," ujar dia.

    BACA: Cadangan Aluvial Merosot Drastis, PT Timah Ekspansi ke Nigeria

    Menurut Dharmayugo, seluruh pihak harus meningkatkan kegiatan usahanya dengan menjaga integritas industri dan mematuhi peraturan yang sudah ditetapkan serta dapat berperan mengawasi industri pertimahan.
    "Hal tersebut karena untuk membangun industri pertimahan lebih terpercaya dan diakui pasar internasional tidak mudah karena membutuhkan waktu dan SDM yang memadai," ujar dia.

    Chief Executive Officer (CEO) ICDX Lamon Rutten mengatakan tahun 2018 merupakan tahun yang luar biasa dalam sektor perdagangan timah Indonesia. Hal tersebut dikarenakan negara tujuan ekspor timah Indonesia, kata dia, kini semakin luas hingga ke Turki, Hongaria, Meksiko, Polandia dan Bulgaria.

    "Transaksi yang menunggu untuk negara-negara tersebut dengan nilai sebesar Rp 177 miliar. Bahkan untuk Hongkong dan Polandia, persentase kenaikan transaksi ekspor sangat tajam hingga 400 persen dengan value sudah mencapai Rp 84 miliar," ujar dia.

    BACA: Susno Duadji Bela Gubernur Babel Soal Izin Pertambangan Rakyat

    Dengan adanya fasilitas baru dengan finance dan manajemen resiko, kata Lamon, pihaknya mengharapkan para pengusaha smelter timah dapat lebih berinisiatif dan proaktif dalam menentukan harga transaksi timah yang baik serta tidak lagi hanya mengikuti harga pasar.

    "Dengan terbentuknya harga yang relatif stabil, nilai transaksi ekspor timah Indonesia mengalami peningkatan yang cukup tajam di periode yang sama di 2017 dan 2018," ujar dia.

    Lamon menambahkan pihaknya sudah memiliki beberapa program prioritas dalam menjadikan Bangka Belitung semain mantap sebagai pusat penyimpanan timah dunia, diantaranya dengan menjalankan Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) dan beberapa fasilitas baru lainnya.

    "Termasuk dengan memasukan kontrak berjangka timah dalam instrumen manajemen resiko untuk melindungi nilai transaksi. Dengan terus bersatu dan melangkah bersama, mari kita bangun Bangka Belitung sebagai pusat timah dunia," ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.