Ekspansi Bisnis, PT Timah Segera Bangun Smelter di Nigeria

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dok TEMPO/Sony Soemarsono

    Dok TEMPO/Sony Soemarsono

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Timah Tbk. mengembangkan bisnis perusahaan dengan membangun pengolahan bijih timah atau smelter di Nigeria.

    Direktur Pengembangan Usaha dan Niaga PT Timah Tbk. Trenggono Sutioso mengatakan kerja sama dengan perusahaan di Nigeria merupakan salah satu upaya PT Timah untuk mencari dan mendapatkan cadangan baru bijih timah.

    "Dalam waktu dekat ini PT Timah sudah bisa memproduksi bijih timah dan membangun smelter di Nigeria," katanya saat kegiatan focus group discussion di Pangkal Pinang, Bangka Belitung, Jumat, 16 Maret 2018.

    Baca juga: Cadangan Aluvial Merosot Drastis, PT Timah Ekspansi ke Nigeria

    Sutioso menjelaskan, penambangan bijih timah dan pembangunan smelter di Nigeria merupakan tindak lanjut penandatangan perjanjian kerja sama antara PT Timah dengan Topwide Ventures Limited yang berkedudukan di Nigeria pada 2017.

    "Sebagaimana diketahui untuk mendapatkan cadangan baru di IUP (Izin Usaha Pertambangan) PT Timah Tbk. maupun calon IUP dari IUP lain yang masih menjadi kendala untuk mendapatkan wilayah izin usaha pertambangan baru," katanya.

    Kegiatan Fokus Group Discussion Kerja Sama Operasional P3GL dan PT Timah Tbk dihadiri oleh Direktur Keuangan PT Inalum Persero Oggy Achmad Kosasih, Ketua Badan Litbang ESDM Sutyastoto, Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Tata Kelola Prof Syakhreza, Kepala P3GL Ir Hedi Hidayat M.Se, Fungsional Utama Badan Geologi Ir Aimin Tampubolon, Sekretaris Badan Litbang ESDM Ir Sujatmiko dan Tenaga Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Litbang ESDM Budisepta Zein.

    "Kami berharap melalui kegiatan ini bisa didiskusikan, IUP-IUP baru ini bisa didapatkan. Tanpa IUP baru maka akan sulit untuk meningkatkan produktivitas perusahaan (PT Timah Tbk.)," kata Sutioso.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.