Jumat, 21 September 2018

Laporkan APBN 2017 ke DPR, Sri Mulyani: Perekonomian Nasional Positif

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan tanggapan pemerintah saat Rapat Paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 31 Mei 2018. Rapat paripurna tersebut beragendakan penyampaian serta penyerahan laporan hasil pemeriksaan atas laporan keuangan pemerintah pusat (LKPP) tahun 2017 oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan tanggapan pemerintah saat Rapat Paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 31 Mei 2018. Rapat paripurna tersebut beragendakan penyampaian serta penyerahan laporan hasil pemeriksaan atas laporan keuangan pemerintah pusat (LKPP) tahun 2017 oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati telah menyampaikan pertanggungjawaban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2017. "Pemerintah telah berhasil yang pertama kali diberikan BPK pada 2016 lalu," kata dia di Ruang Sidang Paripurna, Selasa, 3 Juli 2018.

    Sri Mulyani melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di level 5,07 persen dengan inflasi sebesar 3,61 persen. "Dari angka tersebut pelaksanaan APBN 2017 berjalan cukup baik. Perekonomian nasional juga menunjukkan pencapaian yang positif," ujar dia.

    BACA: Jaga Stabilitas Rupiah, Sri Mulyani Akan Batasi Impor

    Usai melaporkan APBN 2018, Sri Mulyani juga menuturkan langkah dalam menjaga stabilitas rupiah. Dia akan membatasi impor agar nilai rupiah tetap stabil.

    Sri Mulyani menjelaskan pihaknya akan menyeleksi konten-konten impor yang dibutuhkan. Dia memprioritaskan barang impor yang digunakan untuk pembangunan dan sangat dibutuhkan. "Kita akan terus belakuan koordinasi ini supaya kehati hatian dari perekonomian bisa tetap terjaga," tutur dia.

    BACA: Sri Mulyani Ibaratkan Manuver Trump Bisa Timbulkan Gempa Bumi

    Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (Gubernur BI) Perry Warjiyo mengatakan pelemahan nilai rupiah pada hari ini, Selasa, 3 Juli 2018, yang sempat menyentuh level Rp 14.450 per dolar AS, masih dalam rentang yang manageable (terkendali) dan pasar tidak perlu panik.

    Perry mengatakan BI terus melakukan stabilisasi dengan menerapkan intervensi ganda di pasar valas dan Surat Berharga Negara (SBN) untuk membendung keluarnya modal asing yang mendepresiasi kurs rupiah.

    Dia meyakini kenaikan suku bunga acuan BI masih akan ampuh untuk menarik kembali modal asing, termasuk ke pasar SBN dan membuat imbal hasil instrumen keuangan domestik menjadi kompetitif.

    Baca berita tentang Sri Mulyani lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Richard Muljadi Ditangkap Ketika Menghirup Kokain, Ini Bahayanya

    Richard Muljadi ditangkap polisi ketika menghirup kokain, narkotika asal Kolombia yang digemari pemakainya karena menyebabkan rasa gembira.