Senin, 24 September 2018

Jaga Stabilitas Rupiah, Sri Mulyani Akan Batasi Impor

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan, Sri Mulyani, di acara Viva La Donna. Instagram.com

    Menteri Keuangan, Sri Mulyani, di acara Viva La Donna. Instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan akan membatasi impor barang, guna menjaga stabilitas rupiah yang semakin melemah. "Secara selektif kami akan meneliti kebutuhan impor," kata dia di Komplek Parlemen, Jakarta, Selasa, 3 Juli 2018.

    Sri Mulyani menjelaskan akan menyeleksi konten-konten impor yang dibutuhkan. Dia memprioritaskan barang impor yang digunakan untuk pembangunan dan sangat dibutuhkan. "Kami akan terus berlakukan koordinasi ini supaya kehati-hatian dari perekonomian bisa tetap terjaga," tutur dia.

    BACA: Jusuf Kalla: Pelemahan Nilai Tukar Rupiah Bisa Dorong Ekspor

    Untuk menekan rupiah yang semakin melemah, Sri Mulyani juga menggalakkan ekspor dan pemasukan yang meningkatkan devisa negara. "Dengan mendukung ekspor, pariwisata, dan kegiatan yang menghasilkan devisa bagi negara," ujar Sri Mulyani.

    Sebelumnya, Bank Indonesia terus bersiaga di pasar valuta asing guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Hingga sore hari ini, kurs rupiah masih melemah ketimbang pagi hari tadi.

    "Kami pastikan bahwa BI terus ada di pasar untuk melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah, baik melalui intervensi di pasar valas maupun pembelian surat berharga negara di pasar sekunder," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa, 3 Juli 2018.

    BACA: Rupiah Sentuh Level 14.450, Perry Warjiyo: Tak Perlu Panik

    Selain melakukan intervensi, Perry mengatakan hari ini juga ada lelang surat berharga negara. Harapannya, dari lelang itu para investor asing bisa masuk untuk menambah suplai dolar dan menstabilkan rupiah.

    Sebab Perry mengatakan meski suku bunga acuan BI sudah naik 50 basis poin menjadi 5,25 persen untuk memperkuat stabilitas rupiah, investor asing yang masuk ke Indonesia belum cukup besar.

    Padahal kebijakan menaikkan suku bunga acuan itu diambil untuk membuat pasar keuangan Indonesia, khususnya di obligasi pemerintah, yield-nya bisa tetap menarik bagi investor asing.

    Baca berita tentang rupiah lainnya di Tempo.co.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kampanye Imunisasi MR Fase 2 Luar Jawa Masih di Bawah Target

    Pelaksanaan kampanye imunisasi MR fase 2 menargetkan hampir 32 juta anak usia 9 bulan hingga 15 tahun di 28 provinsi di luar Pulau Jawa. Hingga 10 Sep