Suku Bunga Acuan Naik, Perbankan Naikkan Bunga Deposito

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nasabah bertransaksi di mesin ATM di kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis (6/8). Bank Indonesia memutuskan menurunkan suku bunga acuan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 6,5% dari sebelumnya 6,7%. Foto: TEMPO/Panca Syurkani

    Nasabah bertransaksi di mesin ATM di kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis (6/8). Bank Indonesia memutuskan menurunkan suku bunga acuan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 6,5% dari sebelumnya 6,7%. Foto: TEMPO/Panca Syurkani

    TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa bank telah menaikkan suku bunga deposito sebagai respons atas kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) 25 basis poin (bps) menjadi 4,5 persen pada 17 Mei 2018.

    Salah satunya Bank Mayapada. Presiden Direktur PT Bank Mayapada Internasional Tbk Haryono Tjahjarijadi mengatakan efeknya sudah mulai terasa, terutama pada deposan besar di perseroan.

    “Untuk deposito, sudah mulai ada (efek kenaikan suku bunga), tetapi belum masif. Untuk deposan besar, kenaikannya antara 25 bps dan 50 bps,” katanya belum lama ini.

    Ditemui terpisah, Direktur Keuangan PT Bank Bukopin Tbk Adhi Brahmantya menuturkan akan mulai menaikkan suku bunga simpanan mulai Juni. “Untuk saat ini belum ada. Kami baru akan menaikkan bulan depan, dimulai dari deposito dulu yang bertenor 3-6 bulan (naik) sekitar 0,25 bps. Kalau untuk tabungan kami tidak naik,” ujarnya, Kamis, 24 Mei 2018.

    Baca: Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga, Ini Kata Bos BEI

    Adapun untuk potensi kenaikan suku bunga kredit, rasionya diperkirakan akan sama dengan kenaikan BI rate dan dilakukan secara parsial sesuai dengan profil masing-masing debitur. Kenaikan akan dimulai dari sektor bisnis perdagangan, yang saat ini memiliki tingkat bunga 13 persen.

    Namun, Adhi berharap tingkat bunga kredit tidak perlu dinaikkan. Sebagai solusinya, untuk mengantisipasi penurunan margin bunga bersih (NIM), perseroan ingin mengoptimalkan bisnis sistem pembayaran dan lain-lain.

    "Kami berharap tidak usah naikkan (bunga kredit) karena debitur itu kan tidak hanya kredit, tapi ada multiplier-nya, seperti payment dan mutasi keuangannya, jadi ada engagement lain," ujarnya.

    Bank juga akan menerapkan segmentasi, yakni memaksimalkan potensi NIM dari segmen bisnis tertentu, seperti konsumer dan mikro.

    Di lain pihak, beberapa bank pelat merah, seperti PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, menyatakan masih menahan transmisi ke suku bunga, baik simpanan maupun kredit.

    Direktur Utama Bank BRI Suprajarto mengatakan perseroan belum melihat perlunya menaikkan suku bunga deposito hingga saat ini. Setali tiga uang, Direktur Consumer Banking BTN Budi Satria juga menyatakan, walaupun BI sudah menaikkan suku bunga acuan, bank spesialis kredit perumahan itu masih belum menaikkan suku bunga kredit perumahan rakyat. "Kami masih mempertahankan suku bunga yang ada," ujarnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.