Rupiah Makin Melemah, Akankah Harga Listrik Naik?

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas penukaran mata uang asing menghitung uang pecahan 100 dolar AS di lokasi penukaran uang di kawasan Kwitang, Jakarta, 28 Maret 2018. Kurs rupiah menyentuh posisi Rp13.745 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Rabu (28/3/2018). TEMPO/Tony Hartawan

    Petugas penukaran mata uang asing menghitung uang pecahan 100 dolar AS di lokasi penukaran uang di kawasan Kwitang, Jakarta, 28 Maret 2018. Kurs rupiah menyentuh posisi Rp13.745 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Rabu (28/3/2018). TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sofyan Basri mengatakan pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat hampir menyentuh Rp 14 ribu. Sofian menuturkan setiap ada kenaikan pada dolar sebagai mata uang belanja memiliki pengaruh dalam produksi pasokan listrik.

    "Nambah biaya, gitu aja," ucapnya di Kompleks Parlemen, Selasa, 24 April 2018. "Bayar batu bara, IPP (independent power producer), BBM (bahan bakar minyak) pakai dolar." 

    Simak: Komisi Energi DPR RI Gelar Rapat Soal Listrik dengan PLN

    Selain itu, kata Sofyan, libur Ramadan pada Juni mendatang akan mempengaruhi pemasukan PLN. Namun dia menjamin pasokan listrik di Pulau Jawa dalam keadaan aman.

    Sebelumnya, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo menyatakan akan melakukan intervensi untuk menstabilkan nilai tukar rupiah yang terus melemah.

    Menurut dia, level rupiah ditentukan mekanisme pasar sepenuhnya dan pelemahan nilai tukar rupiah tersebut disebabkan faktor eksternal, bukan karena kondisi ekonomi di dalam negeri sedang melemah.

    Ia menuturkan BI juga akan menerangkan kepada pasar dengan memberikan penjelasan tentang harapan, proyeksi, dan risiko ke depan sehingga bisa meyakinkan bahwa pasar tidak akan terkena isu ke depan terkait dengan pelemahan rupiah tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.