Bojonegoro dan Lamongan Minta Jembatan Timbang Diaktifkan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengaktifan kembali jembatan timbang Balonggong oleh menteri perhubungan Budi Karya Sumadi. TEMPO/Vindry Florentin

    Pengaktifan kembali jembatan timbang Balonggong oleh menteri perhubungan Budi Karya Sumadi. TEMPO/Vindry Florentin

    TEMPO.CO, Bojonegoro - Kepala Dinas Perhubungan Bojonegoro Iskandar meminta Kementerian Perhubungan menghidupkan lagi jembatan timbang sebagai antisipasi membeludaknya kendaraan berat di jalur Pantai Utara Jawa pascaambruknya Jembatan Widang, Tuban.

    Iskandar mempertanyakan realisasi rencana menghidupkan kembali jembatan timbang di Kecamatan Baureno setelah ditutup pasca-pengalihan aset dinas perhubungan daerah ke pusat. Permintaan itu sudah diutarakan saat Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Kementerian Perhubungan di Jakarta, Maret lalu. “Kita minta dihidupkan lagi,” ucapnya, Selasa, 24 April 2018.

    Baca juga: Sistem E-Tilang di Jembatan Timbang Berlaku Mulai 25 Februari

    Menurut Iskandar, rakornis tersebut dihadiri semua daerah di Indonesia. Saat itu, pemerintah Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan punya permintaan yang sama, yaitu menghidupkan lagi jembatan timbang yang ada di jalur Pantai Utara Jawa dan jalur tengah. Sebab, sejak jembatan timbang ditutup satu tahun, Dinas Perhubungan Bojonegoro kesulitan mengontrol kendaraan besar yang lewat di jalan. Dampaknya, banyak jalan rusak, bahkan, terakhir, Jembatan Widang ambruk.

    Pendapat yang sama disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Lamongan Ahmad Farikh. Menurut dia, permintaan menghidupkan kembali jembatan timbang tak hanya disampaikan Lamongan, tapi juga Bojonegoro dan Tuban. “Tiga kabupaten ini ingin jembatan timbang dihidupkan lagi,” ujarnya pada Tempo, Selasa.

    Menurut Farikh, jembatan timbang Lamongan berada di Kecamatan Deket. Tapi jembatan yang berada di sebelah timur pintu masuk Kota Lamongan ini telah ditutup pasca-pengambilalihan aset ke Kementerian Perhubungan. Sejak itu, kendaraan berat yang melewati jalur Lamongan Kota-Babat sejauh 28 kilometer dan menuju ke Pantura lewat Jembatan Widang-Tuban susah terkontrol. “Karena parameter mengukur tonnage kendaraan itu paling mudah ya jembatan timbang,” tuturnya.

    Adapun di Kabupaten Tuban, jembatan timbang yang sudah ditutup berada di Compreng, Widang. Jalur ini menghubungkan Tuban Kota dengan Widang-Babat sejauh 28 kilometer. Jalur ini menjadi sangat vital karena dilewati kendaraan berat dengan beban di atas 60 kilometer.
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapolri Keluarkan 11 Langkah dalam Pedoman Penerapan UU ITE

    Kepala Kepolisian RI Jenderal atau Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan pertimbangan atas perkembangan situasi nasional terkait penerapan UU ITE.