Analis Perkirakan Rupiah Kembali Bergerak Melemah

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas penukaran mata uang asing menghitung uang pecahan 100 dolar AS di lokasi penukaran uang di kawasan Kwitang, Jakarta, 28 Maret 2018. Kurs rupiah menyentuh posisi Rp13.745 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Rabu (28/3/2018). TEMPO/Tony Hartawan

    Petugas penukaran mata uang asing menghitung uang pecahan 100 dolar AS di lokasi penukaran uang di kawasan Kwitang, Jakarta, 28 Maret 2018. Kurs rupiah menyentuh posisi Rp13.745 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Rabu (28/3/2018). TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Perdagangan mata uang rupiah pagi ini, Rabu, 4 April 2018, dibuka rebound pada level 13.780 per dolar Amerika Serikat atau menguat 6 poin. Pada Selasa kemarin, pasar spot ditutup melemah 11 poin di level Rp 13.764 per dolar AS.

    Menurut Analis Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada, pergerakan rupiah akan kembali mengalami pelemahan seiring meningkatnya permintaan pelaku pasar terhadap JPY yang menguat dengan memanfaatkan ketegangan perang dagang antara AS dan Cina setelah Cina merilis daftar tarif impor sejumlah barang dari AS.

    "Rupiah diestimasikan bergerak pada kisaran support 13.773 dan resisten 13.754," ujar Reza Priyambada lewat keterangannya, Rabu, 4 April 2018.

    Simak: Rupiah Melemah, Darmin Minta Bank Indonesia Ambil Langkah

    Di sisi lain, ucap Reza, minimnya sentimen negatif dari dalam negeri tampaknya tidak banyak direspons pelaku pasar, sehingga rupiah akan berbalik melemah.

    Pergerakan rupiah, menurut analisis dia, terlihat gagal bertahan di zona positif setelah terimbas kenaikan JPY. Diperkirakan rupiah cenderung bergerak variatif dan masih akan bergerak sideways seiring belum adanya sentimen terbarukan. "Meski demikian, tetap cermati serta waspadai sentimen yang membuat laju rupiah kembali tertahan kenaikannya dan kembali melemah," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.