BPOM Panggil Tiga Importir Sarden Yang Mengandung Cacing

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pekanbaru menggelar inspeksi mendadak di sejumlah pasar di Pekanbaru. Petugas menemukan setidaknya 15 kaleng ikan sarden makarel kalengan. RIYAN NOFITRA

    Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pekanbaru menggelar inspeksi mendadak di sejumlah pasar di Pekanbaru. Petugas menemukan setidaknya 15 kaleng ikan sarden makarel kalengan. RIYAN NOFITRA

    TEMPO.CO, Jakarta - Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Suratmono mengatakan telah melayangkan surat perintah kepada tiga importir produk ikan sarden bermerek Farmerjack, Hoki, serta IO. “Kami melakukan uji coba tanggal 16 Maret dan mengirimkan surat resmi pada 20 Maret,” kata dia saat ditemui Tempo di Kantor BPOM, Kamis, 22 Maret 2018. 

    Suratnomo menjelaskan baru satu importir yang datang ke BPOM. Dia mengatakan importir tersebut berada di Jakarta dan dua importir lainnya berada di Sumatera. “Kemarin, satu importir datang, karena lokasinya di Jakarta,” tutur dia.

    Dalam hasil pengujian tersebut, Suratmono mengatakan BPOM menemukan cacing di dalam sarden tersebut. Namun, cacing tersebut bukanlah cacing pita. Dia mengatakan cacing tersebut merupakan parasit yang terdapat pada ikan. Atas beredarnya informasi di masyarakat yang mengatakan cacing tersebut merupakan cacing pita, Suratmono membantahnya.

    Baca: Warga Temukan Cacing, BPOM Larang Sarden Farmer Jack

    Suratmono mengatakan telah memerintahkan ketiga importir tersebut untuk menarik produk mereka yang sudah beredar di pasaran. BPOM juga menelusuri produsen dari ketiga merek makanan kaleng itu. “Kalau ternyata satu produsen, tetntunya kami akan lebih waspada,” ucap dia.

    Suratmono mengatakan juga melakukan pengujian terhadap 10 merek sarden yang tersebar di seluruh Indonesia. Bukan hanya produk lokal, produk impor juga tidak luput dari pengujian BPOM. “Sementara hasilnya tidak ditemukan,” ucap dia.

    Sebelumnya, Masyarakat kembali dihebohkan dengan tersebarnya video di sejumlah media sosial. Kali ini video viral soal temuan cacing di produk ikan sarden kalengan dengan merek Farmer Jack Mackerel pada Jumat pekan lalu.

    Video yang tersebar luas mulai tanggal 16 Maret 2018 lalu di Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, Riau, kemudian direspons oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Kota Pekanbaru dengan melakukan inspeksi mendadak dan uji laboratorium. Hasilnya, sedikitnya ada tiga merek ikan sarden kalengan yang positif mengandung cacing. 

    Dalam kasus penemuan cacing di Pekanbaru, Riau, Seksi Pemeriksaan BBPOM Pekanbaru Rita Ariestya mengatakan cacing yang ditemukan adalah jenis gilig. Gilig termasuk cacing parasit yang bisa berkembang biak di tubuh manusia. Lebih jauh, Rita menyebutkan ada sejumlah sampel yang telah dikirim ke Jakarta untuk ditindaklanjuti oleh BPOM.

    Petugas BBPOM Pekanbaru itu juga sudah memeriksa langsung ke gudang distributor dan beberapa swalayan di Kota Selatpanjang. Didampingi pegawai Dinas Perdagangan dan Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti, setiap sarden merek Farmer Jack yang ditemukan langsung diambil. "Pokoknya segera ditarik dari pasar semuanya," kata Rita.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.