Cegah Skimming, BNI Periksa 17 Ribu Mesin ATM-nya

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas sedang memeriksa CCTV ATM Bank BNI di Jakarta Kamis (21/1). Sebanyak 19 nasabah BNI menjadi korban pembobolan melalui ATM di Denpasar, Bali dengan kerugian sebesar Rp. 200 juta. TEMPO/Dinul Mubarok

    Petugas sedang memeriksa CCTV ATM Bank BNI di Jakarta Kamis (21/1). Sebanyak 19 nasabah BNI menjadi korban pembobolan melalui ATM di Denpasar, Bali dengan kerugian sebesar Rp. 200 juta. TEMPO/Dinul Mubarok

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Negara Indonesia Tbk. atau BNI akan mengecek seluruh mesin anjungan tunai mandiri (ATM) milik perseroan di Indonesia yang berjumlah sekitar 17 ribu unit untuk memastikan tidak terpasang alat penyadapan data (skimming) terhadap kartu ATM/debit nasabah.

    "Kami ingin coba preventif, semua sistem kami lakukan pemeriksaan, juga semua ATM akan kami periksa ulang," kata Direktur Keuangan BNI Anggoro Eko Cahyo di Jakarta, Rabu, 21 Maret 2018.

    Anggoro mengakui, antisipasi ini menyusul semakin maraknya kasus skimming yang menimpa nasabah-nasabah bank lain. Dalam beberapa hari terakhir, puluhan nasabah dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BRI) dan PT Bank Mandiri Tbk., mengaku kehilangan dana secara misterius dengan total kerugian di atas Rp 150 juta.

    Baca juga: Marak Skimming, Target Migrasi Kartu BNI ke Chip Tak Berubah

    Untuk BNI, Anggoro mengklaim belum menerima laporan dari nasabah tentang telah terjadi kehilangan dana atau tindak pidana dugaan skimming.

    "Kalau skimming itu memang setiap tahun ada skimming, poinnya adalah bagaimana setiap bank mengamankan sistem ATM dan juga mengedukasi nasabahnya," ujar dia.

    Selain di mesin ATM, skimming juga bisa terjadi di mesin perekam data elektronik (Electronic Data Capture/EDC).

    Untuk mengantisipasi hal it, lanjut Anggoro, perbankan harus mengoptimalkan sistem anti-fraud (anti-kejahatan) di setiap infrastruktur sistem pembayaran. "Dengan ini jika ada transaksi mencurigakan akan dihentikan oleh BNI," ujar dia.

    Seiring dengan pencegahan skimming, bank juga akan mengganti pita magnetik di kartu ATM/Debit menjadi teknologi chip. BNI menargetkan implementasi teknologi chip dalam kartu ATM/debit bisa mencapai 30 persen dari total kartu yang ada.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.