Bandara Kulon Progo Dibangun, Yogya Siapkan Embarkasi Haji

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jemaah calon haji asal Padang melambaikan tangan kepada keluarga mereka menjelang keberangkatan kloter pertama, di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padangpariaman, Sumatra Barat, 28 Juli 2017. Embarkasi Haji Padang memberangkatkan 4.628 jemaah calon haji dari Sumbar, dan 1.641 orang dari Bengkulu yang terdiri atas 16 kelompok terbang (kloter). ANTARA/Iggoy el Fitra

    Jemaah calon haji asal Padang melambaikan tangan kepada keluarga mereka menjelang keberangkatan kloter pertama, di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padangpariaman, Sumatra Barat, 28 Juli 2017. Embarkasi Haji Padang memberangkatkan 4.628 jemaah calon haji dari Sumbar, dan 1.641 orang dari Bengkulu yang terdiri atas 16 kelompok terbang (kloter). ANTARA/Iggoy el Fitra

    TEMPO.CO, YOGYAKARTA - Pembangunan bandara Kulon Progo ditindaklanjuti dengan rencana pembangunan sarana embarkasi haji di wilayah DI Yogyakarta.

    Hal itu terungkap dalam pertemuan perdana Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) DI Yogyakarta dengan DPRD DI Yogyakarta Rabu 21 Maret 2018.

    Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag DIY Noor Hamid menuturkan saat ini upaya untuk mewujudkan Embarkasi di Yogya masih dalam tahap survey lokasi.

    “Tanah yang diperlukan untuk membangun embarkasi ini sekitar lima hektar,” ujar Noor Hamid dalam paparannya pada DPRD DIY, Rabu 21 Maret 2018.

    Simak: Konstruksi Bandara Kulon Progo Dimulai Akhir Januari

    Lokasi yang telah disurvei untuk lokasi embarkasi di Yogya itu misalnya di Kecamatan Temon Kulon Progo yang hanya berjarak sekitar 1,5 km dari bandara baru. Selain itu survey juga telah dilakukan di lokasi lain seperti di tiga titik di Kecamatan Wates Kulon Progo yang berjarak 4,5 km dari bandara baru.

    Kanwil Kemenag DIY sudah menyampaikan usulan membangun embarkasi di Yogya itu dengan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama pusat.

    Hamid menuturkan kebutuhan bagi Provinsi DI Yogya memiliki embarkasi haji sendiri untuk lebih meningkatkan kualitas pelayanan penyelenggaraan ibadah haji.

    “Selama ini jemaah haji Provinsi DI Yogyakarta diberangkatkan  dan dipulangkan bersama dengan jemaah haji Provinsi Jawa Tengah melalui satu embarkasi di Solo,” ujarnya.  

    Hal ini bisa dipahami karena Embarkasi Solo selama ini disokong dengan Bandara Adi Sumarmo yang memang memiliki kapasitas untuk pendaratan dan pesawat angkutan jemaah haji.

    Namun, Hamid menuturkan, sentralisasi keberangkatan jumlah haji DIY dan Jawa Tengah di Embarkasi Solo ini bukan tanpa masalah.

    “Mengingat usia calon jamaah haji semakin hari semakin tua akibat panjangnya waitinglist (antrian),” ujarnya.

    Pun, untuk jamaah asal DIY dan juga Jawa Tengah bagian barat, perjalanan dari kabupaten/kota asal menuju lokasi embarkasi Solo menjadi perjalanan yang panjang dan melelelahkan.

    Pembangunan Bandara Internasional New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kabupaten Kulon Progo ini memberi harapan baru bagi kemudahan dan peningkatan layanan calon jamaah haji.

    Dengan cara mengalihkan sebagian penerbangan jamaah haji dari Bandara Adi Sumarmo ke Bandara Kulon Progo.

    “Pengalihan ini tentu saja bukan khusus untuk jamaah haji asal Yogya melainkan juga dari Jawa Tengah yang secara geografis dekat bandara baru Kulon Progo daripada mereka harus ke Embarkasi Solo,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.