KADIN Undang Menteri-menteri Jokowi Bahas Produktivitas Pangan

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kanan) menerima hasil rekomendasi rapat koordinasi nasional dari Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani (tengah) disaksikan Ketua Panitia Rakor Maruarar Sirait dalam penutupan Rakornas Kadin 2017, Jakarta, Selasa (3/10/2017). (ANTARA)

    Presiden Joko Widodo (kanan) menerima hasil rekomendasi rapat koordinasi nasional dari Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani (tengah) disaksikan Ketua Panitia Rakor Maruarar Sirait dalam penutupan Rakornas Kadin 2017, Jakarta, Selasa (3/10/2017). (ANTARA)

    TEMPO.CO, Jakarta-Kamar Dagang Industri (KADIN) Indonesia akan menggelar Jakarta Food Security Summit keempat hari ini, Kamis, 8 Maret 2017 di Jakarta Convention Center, Jakarta Selatan. Acara yang dihadiri para pejabat negara ini digelar sebagai bentuk dukungan Kadin Indonesia dalam meningkatkan produktivitas sektor pangan sekaligus mensejahterakan petani demi ketahanan pangan nasional.

    "Upaya Indonesia mencapai ketahanan pangan mesti disokong oleh kesejahteraan yang baik pula," ujar Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani, Kamis, 8 Maret 2018.

    JFFS keempat ini mengusung tema Pemerataan Ekonomi Sektor Pertanian, Peternakan dan Perikanan Melalui Kebijakan dan Kemitraan. Wakil Ketua Umum KADIN bidang Agribisnis, Pangan dan Kehutanan, Franky O Widjaja mengatakan, JFFS tahun ini memiliki sejumlah fokus. Di antaranya adalah akses petani terhadap lahan pertanian. "Petani diharapkan memiliki akses legal terhadap lahan, sesuai dengan skala ekonomi mereka," ucap Franky.

    Menurut Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Pengolahan Makanan dan Industri Peternakan, Juan Permata Adoe, salah satu jalan untuk membuka akses bagi para petani, peternak, dan nelayan tersebut adalah dengan dukungan pendanaan. Pemodalan tersebut membutuhkan hadirnya lembaga untuk mendampingi pengelolaan produksi dan distribusi hasil pangan.

    Salah satu skema kemitraan adalah closed-loop atau rantai kemitraan terintegrasi yang menghubungkan petani, koperasi, perusahaan selaku pembeli atau penyerap komoditas pangan, serta perbankan sekaligus penjamin pendanaan.

    "Skema ini sebelumnya banyak dipraktikkan pada sektor perkebunan sawit, di mana para pekebun menggatap lahan bersertifikat dan legal yang memungkinkan mereka mengagunkannya untuk menjaring kredit dengan bunga terjangkau," ucap Juan.

    Dengan ketersedian pendanaan, para pekebun akan mampu membeli serta menggunakan bibit unggul bersertifikat. Sehingga, produktivitas turut naik. Mereka juga mendapatkan pendampinhan untuk menjalankan praktik agribisnis terbaik.

    Menurut Juan, acara yang digelar Kadin sejak pukul 10.00 WIB ini nantinya akan dihadiri sekitar 1000 peserta. Ribuan peserta itu tergabung dalam Food and Agriculture Organization, International Fund for Agricultural Development, perusahaan nasional dan multinasional, peneliti atau kalangan akademik, serta petani dan pegiat koperasi.

    Wakil Presiden RI Jusuf Kalla juga akan hadir dalam acara ini. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, serta Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani turut menjadi pembicara dalam acara JFFS 4 ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.