Perusahaan Turki Garap Proyek Geothermal 220 Megawatt di Aceh

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 17-ekbis-geothermal

    17-ekbis-geothermal

    TEMPO.CO, Banda Aceh - Perusahaan Hitay Holding A.S Turki akan segera menggarap proyek geothermal di Gunong Geurudong, Aceh Utara. Hal itu disampaikan oleh Chairman Mehmet Emin Hitay saat bertemu Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf di Banda Aceh kemarin.

    Mehmet meminta Pemerintah Aceh untuk membantu pengurusan izin dari Kementerian ESDM dan proses PSPE (Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi) sehingga survei lokasi eksplorasi bisa segera dilakukan. "Investasi proyek geothermal ini kita lakukan tahun ini jika sudah mendapatkan izin dari Kementerian ESDM,” katanya, Jumat, 2 Februari 2018.

    Baca: Realisasi Dana Abadi Panas Bumi Dimulai

    Mehmet mengatakan, pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari MoU antara Pemerintah Aceh dengan Perusahaan Hitay beberapa waktu lalu di Turki. Pihaknya berharap kerjasama ini berjalan, apalagi Aceh dan Turki memiliki hubungan yang sangat erat. "Jika ini berhasil tentu akan membantu Aceh dan akan lebih banyak lagi investor berinvestasi di Aceh."

    Sesuai data awal, kata Mehmet, Gunong Geurudong yang berada di kawasan pegunungan Aceh Utara, Bener Meriah dan Aceh Tengah, itu memiliki potensi geothermal sangat besar. Potensi energi di sana diperkirakan mencapai 220 megawatt. Untuk tahap pertama, perusahaan Hitay akan mengembangkan energi goethermal sebesar 110 megawatt dan tahap kedua 110 megawatt.

    Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf mengatakan akan segera berjumpa dengan Menteri ESDM untuk mempercepat proses perizinan proyek geothermal Gunong Geurudong. “Jika semuanya sudah clear, maka akan segera kita laksanakan,” ujar Irwandi.

    Penggarapan proyek geothermal akan dilakukan dengan mengikutsertakan perusahaan lokal. Keberhasilan proyek tersebut juga akan membuka peluang pekerjaan kepada masyarakat Aceh. “Kita sangat optimis proyek ini akan berhasil, minta dukungan dari semua pihak agar berjalan lancar,” kata Irwandi.

    Irwandi juga menyampaikan bahwa banyak perusahaan Turki yang ingin berinvestasi di Aceh. Jika Hitay berhasil menggarap proyek ini, perusahan lain akan ikut berinvestasi di Aceh.

    Selain Hitay yang akan menggarap proyek geothermal, kata Irwandi, salah satu perusahaan Turki lainnya yaitu Aksa Enerji Uretim A.S, juga sudah melakukan MoU dengan Pemerintah Aceh. Naskah perjanjian kerjasama itu untuk menggarap proyek Pembangkit listrik tenaga gas bumi di Aceh. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.