Tekan Kemiskinan Single Digit, Bappenas Optimalkan Bansos

Seorang pemulung memanggul kardus bekas di kawasan Tanah Abang, Jakarta, 24 Juli 2017. Menurut data Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta per Maret 2017 menunjukan tingkat kemiskinan di Jakarta sebesar 389,69 ribu orang atau 3,77 persen. TEMPO/Rizki Putra

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah menyatakan bakal mendorong sejumlah program untuk menekan angka kemiskinan turun hingga di bawah 10 persen pada tahun ini. Selain menggenjot penyaluran dana desa, pemerintah akan mengoptimalkan penyaluran bantuan sosial.

Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro mengatakan dirinya yakin tingkat kemiskinan pada 2018 bisa terus ditekan. Apalagi, kata Bambang, pemerintah telah memiliki komitmen untuk menekan angka tingkat kemiskinan hingga di bawah angka 10 persen.

"Saya pikir angka kemarin 10,12 persen dirilis BPS per September 2017 itu adalah modal awal yang sangat bagus untuk kita akhirnya bisa (mencapai) angka kemiskinan yang single digit," kata Bambang di Kantor Bappenas, Menteng, Jakarta, Kamis, 4 Januari 2018.

Baca: Menteri Darmin Klaim Penurunan Kemiskinan Dilakukan Berkelanjutan

Untuk mencapai target tersebut, menurut Bambang, pemerintah telah komitmen untuk segera menyalurkan dan menjaga kepastian berbagai bentuk penyaluran bantuan sosial (bansos). Bambang mencontohkan, untuk Kementerian Keuangan melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati telah menyatakan kesiapannya untuk mencairkan dana desa.

Kementerian Sosial juga telah menyampaikan komitmennya bahwa bantuan beras sejahtera (rastra) sudah bisa disalurkan pada awal 2018. Bambang berharap berbagai bantuan tersebut akan sangat membantu menurunkan laju kemiskinan jika disalurkan pada waktu, jumlah dan orang yang tepat. "Jadi semakin bisa memperbaiki tepat sasaran dari semua bantuan pemerintah ke masyarakat, itu akan mempercepat penurunan laju kemiskinan," katanya.

Selain fokus pada program-program tersebut Bambang mengatakan pemerintah juga akan fokus pada perbaikan proses pendataan, pelayanan dasar hingga infrastruktur supaya masyarakat bisa mengakses bantuan dengan lebih efektif dan efisien. Dengan kata lain, ia berharap ada perbaikan sistem bantuan yang diberikan dari pemerintah langsung kepada masyarakat bisa lebih tepat dan cepat.

Pendataan tersebut juga sebagai upaya penting untuk menurunkan tingkat kemiskinan khususnya bagi masyarakat yang masuk 10 persen angka kemiskinan. Karena menurut Bambang, banyak sekali masyarakat miskin yang tidak tercatat. Akibatnya banyak bantuan tidak bisa tersalur dengan tepat.

Kalau progam hanya bertumpu pada subsidi harga, menurut Bambang, yang 10 persen ke bawah tidak akan pernah terangkat. "Karena mereka tidak akan pernah bisa nikmati langsung. Keakuratan data 10 persen ke bawah itu adalah persyaratan mutlak agar bisa menangani kemiskinan di level mereka," ujarnya.

Dalam hal ini, kata Bambang, untuk menekan tingkat kemiskinan, pemerintah secara bertahap akan memberikan bantuan rastra menjadi berupa bantuan pangan non tunai. Bantuan pangan non tunai itu, nantinya akan disalurkan lewat mekanisme sistem perbankan. "Nanti rastra tidak 100 persen bantuan beras, tapi ada sebagian yang dibagikan dalam bentuk non tunai," kata Bambang.






Kelurahan Kalibaru Cilincing Jadi Proyek Percontohan Penanganan Kemiskinan Terpadu

14 hari lalu

Kelurahan Kalibaru Cilincing Jadi Proyek Percontohan Penanganan Kemiskinan Terpadu

Kemensos akan membangun pengolahan ikan teri, penyediaan air bersih, dan pusat komunitas di Kelurahan Kalibaru, Cilincing untuk atasi kemiskinan


DKI Ajukan APBD 2023 Senilai Rp 85,57 Triliun, Ada 8 Prioritas dan 12 Target Pembangunan

37 hari lalu

DKI Ajukan APBD 2023 Senilai Rp 85,57 Triliun, Ada 8 Prioritas dan 12 Target Pembangunan

Sejumlah program di APBD DKI 2023, antarra lain penanganan banjir, kemacetan, tata kelola lingkungan, dan program bedah kampung.


Terkini Bisnis: Fakta Lion Air Kembali ke Bandara Soetta, Kata Bos Mandiri Soal Bisnis yang Bertahan di Masa Resesi

37 hari lalu

Terkini Bisnis: Fakta Lion Air Kembali ke Bandara Soetta, Kata Bos Mandiri Soal Bisnis yang Bertahan di Masa Resesi

Berita terkini ekonomi dan bisnis hingga Kamis siang, 27 Oktober 2022 dimulai dengan fakta-fakta maskapai penerbangan Lion Air JT 330


Tuntut Heru Budi Hartono Selesaikan 3 Masalah, SPRI Ungkit JIS dan Formula E

38 hari lalu

Tuntut Heru Budi Hartono Selesaikan 3 Masalah, SPRI Ungkit JIS dan Formula E

Pj Gubernur DKI Heru Budi Hartono diminta memperbaiki mekanisme penetapan dan pemutakhiran DTKS.


Silaturahmi ke Muhammadiyah DKI, Heru Budi: Berat Jika Tidak Didukung

38 hari lalu

Silaturahmi ke Muhammadiyah DKI, Heru Budi: Berat Jika Tidak Didukung

Ketua PW Muhammadiyah DKI Jakarta Sun'an Miskan menyatakan siap mendukung Heru Budi dalam upaya pengendalian banjir Jakarta.


Hapus Kemiskinan Ekstrem, PUPR dan Bank Dunia Garap Program Bantuan Rumah Layak Huni

38 hari lalu

Hapus Kemiskinan Ekstrem, PUPR dan Bank Dunia Garap Program Bantuan Rumah Layak Huni

PUPR menggandeng Bank Dunia dalam mewujudkan program Penghapusan Kemiskinan Ekstrem di Indonesia.


ASPEKSINDO: Perencanaan Pembangunan Nasional Masih Berbasis Darat

39 hari lalu

ASPEKSINDO: Perencanaan Pembangunan Nasional Masih Berbasis Darat

RUU Daerah Kepulauan ini sangat strategis dalam membangun daerah berciri kepulauan dan pesisir.


Kejar Target Kemiskinan Ekstrem 0 Persen, Sri Mulyani: Realisasi Anggaran Bansos Sudah 71,8 Persen

43 hari lalu

Kejar Target Kemiskinan Ekstrem 0 Persen, Sri Mulyani: Realisasi Anggaran Bansos Sudah 71,8 Persen

Sri Mulyani mengatakan program untuk menurunkan kemiskinan ekstrem telah menjadi prioritas penting pemerintah.


Hari Pangan Sedunia, SPI Soroti Kemiskinan Petani di Pedesaan

48 hari lalu

Hari Pangan Sedunia, SPI Soroti Kemiskinan Petani di Pedesaan

Di Hari Pangan Sedunia tahun ini, Serikat Petani Indonesia (SPI) menyoroti kemiskinan di pedesaan, tempat bermukimnya para petani penegak kedaulatan pangan.


73 Ribu Warga Kab Bogor Miskin Ekstrem, Pendapatannya Rp 29 Ribu per Hari

5 Oktober 2022

73 Ribu Warga Kab Bogor Miskin Ekstrem, Pendapatannya Rp 29 Ribu per Hari

Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan meminta semua pihak untuk bekerja sama mengatasi kemiskinan ekstrem di daerahnya