Senin, 24 September 2018

Dishub Semarang Masih Kaji Rencana Pembangunan LRT

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan melintas di samping proyek pembangunan kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) rute Cibubur-Cawang di Tol Jagorawi, Cibubur, Jakarta, 10 Agustus 2107. Progres rute Cibubur-Cawang sepanjang 14,5 km telah mencapai 37 persen. ANTARA/Aprillio Akbar

    Kendaraan melintas di samping proyek pembangunan kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) rute Cibubur-Cawang di Tol Jagorawi, Cibubur, Jakarta, 10 Agustus 2107. Progres rute Cibubur-Cawang sepanjang 14,5 km telah mencapai 37 persen. ANTARA/Aprillio Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang tengah mengkaji rencana pembangunan kereta api ringan (Light Rail Transit/LRT) untuk mengatasi kemacetan lalu lintas.

    "Kami melakukan studi penerapan LRT di Jakarta yang menjadi contoh penerapan transportasi massal itu," kata Kepala Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dishub Kota Semarang, Ambar Prasetyo, di Semarang, Kamis, 7 Desember 2017.

    Pihaknya sebenarnya sudah melakukan studi kelayakan tahap awal, tetapi masih perlu dilakukan studi lanjutan, misalnya mengenai skema pengelolaan bisnis sistem transportasi massal tersebut.

    Baca: Dana LRT Bengkak, Menteri Rini Ajukan Bikin Perusahaan Gabungan

    Diakuinya, pembangunan LRT tidak mungkin hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Semarang sehingga perlu skema pengelolaan bisnis yang matang dengan menggandeng investor.

    "Harapannya, pada 2018 sudah bisa dimulai. Tetapi, ya, masih menunggu studi lanjutan yang dilakukan karena anggaran untuk pembangunan LRT memang tidak sedikit," katanya.

    Sebagai moda transportasi massal, kata dia, LRT memiliki sejumlah keunggulan untuk melayani kebutuhan transportasi masyarakat sehingga bisa mengalihkan masyarakat dari penggunaan kendaraan pribadi.

    Baca: Menteri Rini Ingin PT KAI Tak Jadi Investor LRT Jabodebek

    "Secara performa, jelas LRT lebih dibandingkan angkutan umum. Kenyamanan, keselamatan, dan teknologinya. Kemudian, sistem transportasi lebih memiliki kepastian mengenai kedatangan dan keberangkatan," katanya.

    Ambar mengatakan ada rencana pengembangan LRT dari sektor wisata meski masih dalam perencanaan awal sehingga masih perlu pembahasan lebih detail dengan berbagai pihak terkait.

    Sebelumnya, Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi menyetujui rencana pembangunan sistem transportasi LRT untuk membantu mengatasi kemacetan di wilayah itu, tetapi memerlukan kajian yang matang dan mendalam.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kampanye Imunisasi MR Fase 2 Luar Jawa Masih di Bawah Target

    Pelaksanaan kampanye imunisasi MR fase 2 menargetkan hampir 32 juta anak usia 9 bulan hingga 15 tahun di 28 provinsi di luar Pulau Jawa. Hingga 10 Sep