Demi Wisata Tanjung Lesung, Pemerintah Bangun Bandara Pandeglang

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung bermain ayunan di Pantai Beach Club Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten, 23 September 2017. Pantai tersebut menjadi tempat wisata tersendiri bagi warga Banten dan Jakarta apalagi saat akhir pekan. ANTARA

    Pengunjung bermain ayunan di Pantai Beach Club Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten, 23 September 2017. Pantai tersebut menjadi tempat wisata tersendiri bagi warga Banten dan Jakarta apalagi saat akhir pekan. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Guna mendukung pengembangan wisata di Tanjung Lesung, Banten, pemerintah berencana membangun bandara di Kabupaten Pandeglang, Banten.

    Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Sugihardjo mengatakan pihaknya tengah melakukan studi untuk pembangunan bandara itu.

    "Pembangunan kawasan wisata harus didukung dengan akses transportasi. Kami sedang kaji pembangunan bandara di Pandeglang untuk mendukung wisata di Tanjung Lesung," katanya di Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin di Kota Serang, Banten, Senin, 4 Desember 2017.

    Baca: Bandara Soekarno-Hatta 2 Dibangun di Pulau Reklamasi Tangerang

    Dia menjelaskan, sebenarnya Banten sudah punya bandara besar, yaitu Soekarno-Hatta di Tangerang. Namun bandara tersebut diprioritaskan untuk tujuan internasional. Selain itu, jaraknya dari Pandeglang cukup jauh.

    Adanya bandara baru di Pandeglang diharapkan dapat mempercepat pembangunan ekonomi di kawasan Banten bagian selatan. 

    Lebih lanjut, dia mengatakan kehadiran simpul transportasi, seperti bandara, pasti bakal meningkatkan pergerakan barang dan orang. Seiring dengan itu, maka pertumbuhan ekonomi di Banten akan semakin meningkat.

    BISNIS

    Pengunjung menikmati suasana bawah laut Pantai Beach Club di Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten, 26 September 2017. Pemerintah telah menetapkan Tanjung Lesung sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Indonesia. ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).