Suku Bunga Turun, Ini Alasan Mandiri Ingin Capping Dipertahankan

Reporter

Editor

Yudono Yanuar

Dirut Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo (ketiga kiri) saat RUPSLB Bank Mandiri 2017 di Jakarta, 21 Agustus 2017. Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Bank Mandiri mengusulkan Otoritas Jasa Keuangan untuk mempertahankan ketentuan batas atas (capping)  suku bunga deposito untuk menjaga persaingan sehat dalam mencari likuiditas ketika bank-bank besar mulai menurunkan suku bunga simpanan.

Baca juga: Suku Bunga Acuan Turun, Mastercard: Penurunan Bunga Kredit Tunggu Bank

Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo di Jakarta, Senin, 25 September 2017, mengatakan pihaknya siap menurunkan suku bunga simpanan menyusul kembali diturunkannya suku bunga acuan Bank Indonesia 7-Day Reverse Repo Rate menjadi 4,25 persen.

Penurunan bunga simpanan itu terutama deposito, agar biaya dana bank berkurang sehingga dapat menurunkan bunga kredit.

Namun dia juga meminta regulator, dalam hal ini OJK dan Kementerian Keuangan untuk membuat kebijakan agar tidak terjadi perpindahan likuiditas secara agresif, saat penurunan suku bunga simpanan itu dilakukan.

"Dari deposito perlu ada pengaturan pasar dari sisi deposito apakah dalam bentuk capping atau bagaimana kami serahkan ke regulator," ujar Kartika yang akrab disapa Tiko.

Jika tidak ada "capping", Tiko mengkhawatirkan, pemilik rekening deposito akan mengalihkan dananya ke bank lain ketika suku bunga simpanan diturunkan.

"Deposan-deposan besar memang harus juga mulai diperhatikan. Deposan besar banyak yang pegang dana ratusan miliar dan mereka mendikte pasar," ujar dia.

Ketentuan dari OJK, diharapkan Tiko, dapat mencegah jurang selisih suku bunga deposito yang begitu besar antara perbankan.

"Jarak tidak boleh jauh-jauh. Jadi ini yang kita minta agar regulator memperhatikan suapaya penurunan suku bunga acuan BI ini cepat ditransmisikan kepada penurunan deposito khususnya 'special rate'," ujar dia.

Sebelumnya, sejak Februari 2016, OJK menerapkan kebijakan supervisi kepada industri perbankan, khususnya kelompok Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) III dan (BUKU) IV, dengan membatasi suku bunga maksimal untuk deposito.

Untuk Bank BUKU IV, OJK membatasi maksimal 100 basis poin (bps) di atas bunga acuan Bank Indonesia yang saat itu masih menggunakan instrumen Bank Indonesia Rate/BI Rate bertenor 12 bulan. Sedangkan, untuk Bank BUKU III ditetapkan maksimum 75 bps di atas BI Rate.

Pada akhir pekan lalu, OJK mengisyaratkan untuk mencabut "capping" tersebut karena secara umum suku bunga simpanan di industri perbankan sudah menurun.

" Suku bunga sudah turun, jadi tidak perlu lagi ('capping')," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana, Rabu (20/9).
ANTARA






Ekonomi Global Tak Menentu, Bos OJK Pastikan Stabilitas Sektor Keuangan Indonesia Terjaga

1 hari lalu

Ekonomi Global Tak Menentu, Bos OJK Pastikan Stabilitas Sektor Keuangan Indonesia Terjaga

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar memastikan stabilitas sektor jasa keuangan saat ini tetap terjaga.


Prediksi The Fed Rate Kuartal I 2023 5 Persen, Bank Indonesia Ungkap Strategi Penguatan Rupiah

2 hari lalu

Prediksi The Fed Rate Kuartal I 2023 5 Persen, Bank Indonesia Ungkap Strategi Penguatan Rupiah

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memperkirakan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat The Federal Reserve akan mencapai puncak.


Berikut Daftar Lima Sentimen Warnai Industri Properti Tahun Depan

3 hari lalu

Berikut Daftar Lima Sentimen Warnai Industri Properti Tahun Depan

Pengembang di Indonesia diimbau untuk mewaspadai sejumlah sentimen negatif yang membayangi kinerja sektor properti pada 2023.


#livinaroundtheworld, Livin' by Mandiri Hadirkan Solusi Finansial Dalam Genggaman

6 hari lalu

#livinaroundtheworld, Livin' by Mandiri Hadirkan Solusi Finansial Dalam Genggaman

Melalui #livinaroundtheworld, Livin' by Mandiri Hadirkan Solusi Finansial Dalam Genggaman.


Rupiah Pagi Ini Menguat Tinggalkan Posisi Rp 15.500

6 hari lalu

Rupiah Pagi Ini Menguat Tinggalkan Posisi Rp 15.500

Rupiah menguat 0,85 persen dari posisi kemarin yang ditutup di level Rp 15.563.


Rupiah Kembali Menguat di Level Rp 15.563 per Dolar AS Sore Ini

6 hari lalu

Rupiah Kembali Menguat di Level Rp 15.563 per Dolar AS Sore Ini

Rupiah menutup perdagangan Kamis, 1 Desember 2022 dengan penguatan 169 poin di level Rp 15.563 per dolar AS.


Utang RI Mendekati Rp 7.500 Triliun, Sri Mulyani: Masih Aman, Asalkan...

6 hari lalu

Utang RI Mendekati Rp 7.500 Triliun, Sri Mulyani: Masih Aman, Asalkan...

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai utang Indonesia masih tergolong aman.


MD Pictures bersama Bank Mandiri Hadirkan 'LIVIN di Desa Penari'

7 hari lalu

MD Pictures bersama Bank Mandiri Hadirkan 'LIVIN di Desa Penari'

Pengguna baru aplikasi Livin dapat membeli tiket dengan harga 1 rupiah.


Gubernur BI: Koordinasi Erat Jadi Kekuatan RI Hadapi Ekonomi Dunia yang Bergejolak

7 hari lalu

Gubernur BI: Koordinasi Erat Jadi Kekuatan RI Hadapi Ekonomi Dunia yang Bergejolak

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menyatakan Indonesia memiliki kekuatan tersendiri untuk menghadapi perekonomian global yang bergejolak.


Mandiri Gelar BPD Gathering 2022 untuk Perkuat Kolaborasi

10 hari lalu

Mandiri Gelar BPD Gathering 2022 untuk Perkuat Kolaborasi

Bank Mandiri akan selalu mendampingi dan menjadi sahabat BPD untuk bertukar pikiran, ilmu, maupun solusi sehinga dapat tumbuh bersama.