Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Heboh Soal Biaya Top Up E-Money, Bagaimana Awal Mulanya?

image-gnews
Petugas melakukan pengisian data pada `e-money` atau kartu transaksi non tunai di Sentra Mandiri, Jakarta, 18 September 2017. ANTARA FOTO
Petugas melakukan pengisian data pada `e-money` atau kartu transaksi non tunai di Sentra Mandiri, Jakarta, 18 September 2017. ANTARA FOTO
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta -Mari menengok ke belakang, perkembangan penggunaan e-money telah melonjak sejak 2013 lalu. Data Bank Indonesia menunjukkan bahwa jumlah transaksi uang elektronik terus meningkat. Per Oktober 2013, tercatat ada 12,3 triliun transaksi uang elektronik dengan nilai transaksi Rp 245,2 miliar. Angka tersebut melonjak dibanding pada 2007, dengan 600 ribu transaksi dan nilai transaksi yang hanya Rp 5,3 miliar

Penggunaan uang elektronik semakin menjamur sering dengan dorongan Bank Indonesia terkait kerjasama antara bank dan operator transportasi pada 2014. Saat itu, pembayaran transportasi menggunakan uang elektronik dinilai bakal lebih efisien. Pada tahun yang sama, Bank Indonesia langsung mencanangkan Gerakan Nasional Non Tunai yang mendorong masyarakat ke gaya hidup cashless.

Gerakan uang non tunai ini dicanangkan agar penggunaan uang kertas ataupun logam yang berbentuk fisik berkurang, karena kemudahan bertransaksi, kemudahan untuk dibawa, dan keamanan transaksi. Gerakan non tunai juga memungkinkan pemerintah mengurangi pencetakan uang fisik yang tergolong mahal dari segi produksi. Kehadiran uang elektronik tak hanya akan mempermudah proses transaksi, tapi juga membuat lalu lintas uang lebih terpantau dan transparan.

Di tahun itu pula PT Kereta Api Commuter Jabodetabek (KCJ) meluncurkan tiket elektronik (e-ticketing) bersama tiga bank pemerintah, yakni Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia, dan Bank Rakyat Indonesia. Melalui kerja sama tersebut, produk uang elektronik Mandiri E-Money, BNI TapCash, dan BRIZZI bisa digunakan sebagai tiket kereta Jabodetabek.

Pada Maret 2016, Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) meluncurkan E-Toll yang dapat digunakan di semua gerbang tol milik Jasa Marga. Itu adalah langkah yang menjadi cikal bakal Gerbang Pembayaran Nasional, yang artinya semua kartu prabayar Himbara bisa digunakan di satu alat baik untuk membayar maupun isi ulang. Hal itu memungkinkan untuk melakukan transaksi silang bank.

Kemudian, Mei 2017 wacana pengenaan top up fee uang elektronik bergulir. Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo, berharap kebijakan tersebut bisa mendorong perbankan untuk lebih gencar mempromosikan uang elektronik. Biaya isi ulang tersebut nantinya menjadi pendapatan bagi bank selaku penerbit kartu. "Penerapannya menunggu revisi peraturan Bank Indonesia tentang e-money."

Pada Juni, Kepala Program Elektronifikasi dan Keuangan Inklusif Bank Indonesia, Punky Purnomo Wibowo, mengatakan akan menetapkan tarif isi ulang uang elektronik pada Juli 2017. "Insya Allah (Juli). Harus kita segera diterbitkan demi mengejar tenggat bulan Oktober," kata Punky selepas diskusi di Museum Bank Indonesia di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, Selasa, 20 Juni 2017. Namun ketentuan itu tidak kunjung keluar.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Punky mengatakan saat itu ada beberapa opsi mengenai tarif isi ulang atau top up fee yang dikaji oleh bank sentral. Opsi pertama adalah menetapkan fee berdasarkan persentase dari nilai isi ulang. Opsi berikutnya adalah mematok biaya tetap pada setiap transaksi, berapa pun nominalnya.

Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Eni Panggabean, mengatakan skema yang dipilih tidak boleh membebani satu pihak. Dia menyebutkan satu opsi yang dia nilai menguntungkan masyarakat dan penyedia kartu. "Bank akan diminta mengurangi biaya kartu, tapi isi ulang boleh dikenai biaya," kata dia di Plaza Mandiri, Jakarta. Eni mengatakan skema tersebut cukup adil bagi kedua belah pihak.

Sementara, masyarakat menentang wacana itu sebab dinilai bakal memberatkan. Pada 18 September 2017, pengacara bidang perlindungan konsumen, David Tobing, melaporkan Gubernur Bank Indonesia ke Ombudsman Republik Indonesia. Dalam laporannya, dia meminta Ombudsman memberikan rekomendasi kepada Bank Indonesia untuk membatalkan rencana penerbitan kebijakan pengenaan biaya untuk isi ulang kartu elektronik dan melindungi hak konsumen untuk melakukan transaksi dengan menggunakan uang kertas maupun logam.

Pasalnya, rencana kebijakan BI terkait pengenaan biaya isi ulang uang elektronik alias e-money berkisar antara Rp 1.500 hingga Rp 2.000, menurut dia, patut diduga merupakan bentuk tindakan maladministrasi yang mencerminkan keberpihakan pada pengusaha. "Alasannya buat infastruktur bank. Masa pengusaha dimodalin sama konsumen? Aneh banget," ujarnya.

CAESAR AKBAR

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Ekonom Ideas Ingatkan 3 Tantangan RAPBN 2025

9 jam lalu

Sebuah truk melintas di antara peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat 18 Agustus 2023. Pemerintah merencanakan pendapatan negara sebesar Rp2.781,3 triliun, yang terdiri dari penerimaan perpajakan Rp2.307,9 triliun dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp473,0 triliun, serta hibah sebesar Rp0,4 triliun. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Ekonom Ideas Ingatkan 3 Tantangan RAPBN 2025

Direktur Institute for Demographic and Poverty Studies (Ideas) Yusuf Wibisono menyebut RAPBN 2025 akan sejumlah tantangan berat.


Zulhas Tak Khawatir Rupiah Melemah, BI Mampu Hadapi

23 jam lalu

Ilustrasi mata uang Rupiah. Brent Lewin/Bloomberg via Getty Images
Zulhas Tak Khawatir Rupiah Melemah, BI Mampu Hadapi

Zulhas percaya BI sebagai otoritas yang memiliki kewenangan akan mengatur kebijakan nilai tukar rupiah dengan baik di tengah gejolak geopolitik.


Sehari Usai BI Rate Naik, Dolar AS Menguat dan Rupiah Lesu ke Level Rp 16.187

23 jam lalu

Karyawan tengah menghitung uang pecahan 100 ribu rupiah di penukaran valuta asing di Jakarta, Rabu, 28 Februari 2024. Rupiah ditutup melemah mendekati level Rp16.000 hari ini. TEMPO/Tony Hartawan
Sehari Usai BI Rate Naik, Dolar AS Menguat dan Rupiah Lesu ke Level Rp 16.187

Nilai tukar rupiah ditutup melemah 32 poin ke level Rp 16.187 per dolar AS dalam perdagangan hari ini.


Pengamat Sebut Kenaikan BI Rate hanya Jangka Pendek, Faktor Eksternal Lebih Dominan

23 jam lalu

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo (ke tiga kiri) bersama Senior Deputi BI Destry Damayanti (ketiga kanan) dan jajaran Deputi BI (kiri-kanan) Aida S. Budiman, Doni Primanto Joewono, Juda Agung dan Filianingsih Hendarta saat mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di gedung BI, Jakarta, Kamis, 19 Oktober 2023. Suku bunga acuan atau BI 7 days reverse repo rate (BI7DRRR) naik menjadi 6 persen. Tempo/Tony Hartawan
Pengamat Sebut Kenaikan BI Rate hanya Jangka Pendek, Faktor Eksternal Lebih Dominan

BI menaikkan BI Rate menjadi 6,25 persen berdasarkan hasil rapat dewan Gubernur BI yang diumumkan pada Rabu, 24 April 2024.


IHSG Ditutup Melemah Ikuti Mayoritas Bursa Kawasan Asia

1 hari lalu

Pengunjung melihat layar pergerakan Index Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa 16 April 2024. Pada pembukaan perdagangan hari ini, IHSG ambruk 2,15% ke posisi 7.130,27. Selang 12 menit setelah dibuka, IHSG berhasil memangkas koreksinya sedikit menjadi anjlok 2,06% menjadi 7.136,796. TEMPO/Tony Hartawan
IHSG Ditutup Melemah Ikuti Mayoritas Bursa Kawasan Asia

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore, ditutup turun mengikuti pelemahan mayoritas bursa saham kawasan Asia.


Uang Beredar di Indonesia Mencapai Rp 8.888,4 Triliun per Maret 2024

1 hari lalu

Ilustrasi Uang Rupiah. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi
Uang Beredar di Indonesia Mencapai Rp 8.888,4 Triliun per Maret 2024

BI mengungkapkan uang beredar dalam arti luas pada Maret 2024 tumbuh 7,2 persen yoy hingga mencapai Rp 8.888,4 triliun.


Alipay Beroperasi di Indonesia? BI: Belum Ada Pengajuan Formal

1 hari lalu

Alipay Wallet. REUTERS
Alipay Beroperasi di Indonesia? BI: Belum Ada Pengajuan Formal

Para pemohon termasuk perwakilan Ant Group sebagai pemilik aplikasi pembayaran Alipay bisa datang ke kantor BI untuk meminta pre-consultative meeting.


Rupiah Diprediksi Stabil, Pasar Respons Positif Kenaikan BI Rate

1 hari lalu

Karyawan menunjukkan uang pecahan 100 dolar Amerika di penukaran mata uang asing di Jakarta, Selasa 16 April 2024, Nilai tukar rupiah tercatat melemah hingga menembus level Rp16.200 per dolar Amerika Serikat (AS) setelah libur Lebaran 2024. Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia (BI) Edi Susianto menyampaikan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah terjadi seiring dengan adanya sejumlah perkembangan global saat libur Lebaran. TEMPO/Tony Hartawan
Rupiah Diprediksi Stabil, Pasar Respons Positif Kenaikan BI Rate

Rupiah bergerak stabil seiring pasar respons positif kenaikan BI Rate.


Tingginya Suku Bunga the Fed dan Geopolitik Timur Tengah, Biang Pelemahan Rupiah

1 hari lalu

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo bersama jajaran Deputi Bank Indonesia saat menyampaikan Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan Februari 2024 di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Rabu 21 Februari 2024. Perry Warjiyo mengatakan keputusan mempertahankan BI-Rate pada level 6,00 persen tetap konsisten dengan fokus kebijakan moneter yang pro-stability. TEMPO/Tony Hartawan
Tingginya Suku Bunga the Fed dan Geopolitik Timur Tengah, Biang Pelemahan Rupiah

Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut pelemahan rupiah dipengaruhi oleh arah kebijakan moneter AS yang masih mempertahankan suku bunga tinggi.


Gubernur BI Prediksi Suku Bunga The Fed Turun per Desember 2024: Bisa Mundur ke 2025

1 hari lalu

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo saat mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di gedung BI, Jakarta, Kamis, 19 Oktober 2023.  Suku bunga Deposit Facility juga naik menjadi 5,25 persen, dan suku bunga Lending Facility menjadi 6,75 persen. Tempo/Tony Hartawan
Gubernur BI Prediksi Suku Bunga The Fed Turun per Desember 2024: Bisa Mundur ke 2025

Gubernur Bank Indonesia atau BI Perry Warjiyo membeberkan asumsi arah penurunan suku bunga acuan The Fed atau Fed Fund Rate (FFR).