Bisnis Makin Berkembang, KPPU Buka 4 Kantor Perwakilan Akhir 2017

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). kppu.go.id

    Logo Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). kppu.go.id

    TEMPO.CO, Bandung - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) berencana membuka 4 kantor perwakilan guna memaksimalkan pengawasan usaha di beberapa kota besar Indonesia. Beberapa daerah tersebut dipilih karena dinilai perekonomiannya terus tumbuh namun masih minim pengawasan dalam persaingan usahanya.

    "Memang kita di KPPU sedang merencanakan untuk membuat kantor perwakilan baru. Di Bandung kita sudah pikirkan, kemudian di Palembang, Riau dan juga Semarang," ujar Ketua KPPU Muhammad Syarkawi Rauf di Bandung, Jumat, 2 Juni 2017.

    Syarkawi menilai peluang sektor bisnis di keempat daerah itu memang sangat besar. Gejolak dinamika bisnis memang membutuhkan pemantauan yang cukup serius dari berbagai pihak tidak terkecuali KPPU yang bertugas mengawasi berbagai dampak transaksi bisnis yang berpotensi merugikan khalayak umum lantaran adanya monopoli bisnis oleh segelintir orang.

    "Keempat daerah ini yang akan jadi prioritas kita untuk pembukaan kantor perwakilan baru karena memang dinamika bisnis di daerah ini terus maju," kata Syarkawi.

    Jawa Barat sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia sudah barang tentu menjadi perhatian khusus KPPU. Musababnya, lini bisnis di daerah Jawa Barat memang terbilang cukup besar.

    "Dengan dinamika bisnis Jawa Barat yang semakin tinggi memang butuh kantor perwakilan disini termasuk untuk di Palembang, Riau juga Semarang," ujar Syarkawi. "Mudah-mudahan akhir tahun ini bisa kita realisasikan. Keempat ini kita akan buka bersamaan tapi kalau nggak kita akan prioritaskan buka di Semarang dan Bandung."

    Menurut Syarkawi, berdasarkan hasil indek persaingan bisnis di Jawa Barat beberapa waktu lalu, industri tekstil menjadi paling kompetitif untuk urusan persaingan bisnis. "Daya saingnya paling bagus termasuk persaingan usahanya karena jumlah pemainnya banyak kemudian pelanggaran-pelanggaran di industri tekstil itu terbilang sedikit," ucapnya.

    AMINUDDIN A.S.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.