Hotel Indonesia Natour Melakukan Transformasi, Ini Targetnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Situasi lalu lintas di sekitar Bundaran hotel Indonesia, Jakarta yang terlihat di salah satu gedung perkantoran di sekitar jalan Thamrin-Menteng, Jakarta, (17/1). Foto Annisianti Septiani untuk Tempo

    Situasi lalu lintas di sekitar Bundaran hotel Indonesia, Jakarta yang terlihat di salah satu gedung perkantoran di sekitar jalan Thamrin-Menteng, Jakarta, (17/1). Foto Annisianti Septiani untuk Tempo

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Hotel Indonesia Natour (Persero)  melakukan transformasi perusahaan 2017-2021 untuk menghadapi industri perhotelan yang sangat kompetitif. Transformasi perusahaan yang dilakukan BUMN perhotelan ini meliputi  tahapan  Turn Around pada tahun 2017, Growth (2018), Leading (2019), Worldwide (2020), dan Expansion (2021).

    Baca:  AP II Gandeng Hotel Indonesia Bangun Hotel di Bandara

    Persaingan di industri perhotelan yang sangat kompetitif itu ditandai  dengan semakin meningkatnya tuntutan layanan,  persaingan harga, pengaruh sarana dan aksesibilitas terhadap tingkat hunian dan berbagai faktor lainnya. Industri perhotelan juga sangat dipengaruhi oleh situasi perekonomian dan politik global. Penurunan perekonomian dan kondisi keamanan di suatu negara misalnya, akan memberikan dampak yang besar terhadap industri perhotelan.   

    "Hotel Indonesia Natour harus siap menghadapi persingan itu," ucap Direktur Utama Hotel Indonesia Natour, Iswandi Said dalam keterangan tertulis, Sabtu 27 Mei 2017.

    Iswandi menyebutkan, program transformasi sejalan dengan penugasan yang diberikan oleh Kementerian BUMN. Pada 28 September 2016 Menteri BUMN, Rini Soemarno telah membentuk konsolidasi seluruh hotel yang dimiliki BUMN dalam
    sinergi Hotel Indonesia Group (HIG) dan PT HIN ditunjuk sebagai kordinator.  

    Iswandi menambahkan transformasi yang dilaksanakan PT HIN tidak terlepas dari komitmen sebagai BUMN yang "Hadir Untuk Negeri". "Transformasi ini untuk  membantu menyukseskan program pemerintah untuk mendatangkan 19 juta
    wisatawan pada tahun 2019 nanti," ucapnya.

    Menurut  Iswandi, Inna Hotels & Resorts harus dapat menjadi role model bagi hotel-hotel BUMN yang lain dalam rangka sinergi national hotel chain.  Melalui program transformasi yang dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan, saat ini telah dilakukan penataan dan perbaikan berbagai sarana dan fasilitas hotel di berbagai kawasan, peningkatan kualitas  layanan, pengembangan program pemasaran termasuk melalui website www.hotelindonesiagroup.co.id untuk berbagai layanan dan reservasi yang tersedia dalam bentuk mobile app, hingga pengembangan human capital management system.

    Ke depan, Hotel Indonesia Group diharapkan menjadi hotel chain terbesar di Indonesia sehingga hotel-hotel tersebut  menjadi tuan rumah di negeri sendiri. "Memudahkan dan memberikan layanan terbaik kepada para wisatawan asing maupun
    lokal, dengan mengedepankan keramahtamahan Indonesia dan bertaraf internasional," ucap Iswandi. 

    Baca: Angkutan Bandara Pakai Bus Premium Segera Beroperasi, Ini Rutenya 

    Pada saat ini, Hotel Indonesia Group beranggotakan 43 hotel yang terdiri dari 7 hotel Patra Jasa (anak perusahaan Pertamina), 7 hotel Aero Wisata (anak perusahaan Garuda Indonesia) dan 14 Hotel Indonesia Natour. Selanjutnya 9 hotel milik Pegadaian (Pesonna Hotels), satu hotel milik Taman Wisata Candi (Manohara Hotel Borobudur) dan juga lima hotel milik PT Jakarta Tourisindo bergabung dalam Hotel Indonesia Group. 

    SETIAWAN ADIWIJAYA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.