Menjelang Masuk Bulan Puasa, Pemerintah Jaga Harga Bahan Pokok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perdagangan Sidak Harga Sembako Jelang Ramadan. TEMPO/Prima Mulia

    Menteri Perdagangan Sidak Harga Sembako Jelang Ramadan. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan beberapa harga dan jumlah stok komoditas pangan pokok berada dalam kondisi yang normal jelang Ramadhan tahun ini.

    "Beras cadangan kita lebih. Cukup untuk 8 hingga 9 bulan untuk nasional. Harganya stabil," kata Enggar selepas inspeksi mendadak di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat, 12 Mei 2017.

    Baca : Menjelang Ramadan, Kemendag Klaim Klaim Harga Sembako Terkendali

    Sementara untuk gula, ujar Enggar, Badan Urusan Logistik akan menjual dalam kemasan 50 kg dan 1 kg. "Bulog akan menjual ke pasar dalam kemasan 50 kg seharga 11.300, dan untuk perkilo dengan harga 11.900," kata dia.

    Hal tersebut, kata dia, dilakukan untuk menjaga harga maksimum gula merk apapun agar tidak melebihi Rp 12.500. Sejauh ini harga dan stok gula di ritel modern terjaga sesuai arahan pemerintah. "Namun, di pasar tradisional memang ada yang memasang harga lebih tinggi, karena saya belum bisa memaksa turun," kata dia.

    Untuk harga cabai rawit merah yang pernah meroket ke Rp 160 ribu, kini bertengger di Rp 40 ribu. "Memang kemarin ada sedikit kenaikan dalam satu minggu, Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu, rata-rata. Tapi segera akan kembali lagi harga cabai ini," ujar dia.

    Pemerintah juga sedang meningkatkan produksi minyak goreng kemasan sederhana untuk menekan harga jual konsumen pada nominal Rp 11 ribu. "Ini akan mendorong ke bawah harga minyak goreng curah pada Rp 10.500, dan berlaku terus tidak hanya di dalam bulan Ramadan saja," ujar dia.

    Simak pula : Puasa Belum Mulai, Harga Bahan Pokok di Jember Merangkak Naik

    Selain minyak goreng, pemerintah juga sedang menambah stok daging beku seingga dapat tersedia baik di pasar tradisional dan ritel modern dengan harga Rp 80 ribu.

    Namun, untuk harga bawang merah, Enggar justru khawatir harga komoditas ini merosot terlalu rendah. sehingga dia membiarkan harga bawang merah agar sedikit naik. "Kami juga menugaskan Bulog untuk membeli dengan harga yg lebih tinggi. Karena kalau tidak maka petani yang akan dirugikan," kata dia.

    Enggartiasto juga mengecam spekulan-spekulan yang dikhawatirkan dapat memengaruhi harga komoditas-komoditas itu. "Spekulan jangan berani mencoba-coba untuk tahun ini. Kami akan tindak tegas," kata dia.

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.