25 BUMN Rugi Rp 3 Triliun Awal 2017  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kedua kiri) didampingi Menteri BUMN Rini Soemarno (kiri) mengunjungi lokasi

    Presiden Joko Widodo (kedua kiri) didampingi Menteri BUMN Rini Soemarno (kiri) mengunjungi lokasi "ground breaking" pembangunan kereta api bandara di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah, 8 April 2017. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Bogor - Kementerian Badan Usaha Milik Negara mencatat, 25 BUMN mengalami kerugian pada triwulan I 2017.

    Menurut Sekretaris Menteri BUMN Imam Apriyanto Putro, kerugian total yang dialami oleh 25 BUMN tersebut sekitar Rp 3 triliun. "Pada 2017, ditargetkan hanya lima BUMN yang rugi dengan nilai Rp 499 miliar," kata Imam dalam media gathering Kementerian BUMN di Wikasatrian, Bogor, Jumat, 28 April 2017.

    Berdasarkan data Kementerian BUMN, kerugian BUMN menurun jika dibandingkan triwulan I 2016 yang hanya Rp 3,2 triliun dari 27 BUMN. Nah, kerugian BUMN pada 2016 secara keseluruhan Rp 5,6 triliun dari 22 BUMN.

    LihatAset BUMN 2017 Diperkirakan Naik 11 Persen

    Imam menolak menyebutkan BUMN mana saja yang merugi pada triwulan I 2017. Dia hanya menyebutkan bahwa BUMN yang mengalami kerugian terbesar adalah Perum Bulog. Menurut data Kementerian BUMN, pada triwulan I 2017, Perum Bulog merugi sebanyak Rp 903 miliar.

    BUMN pada triwulan I 2017 membukukan laba hingga Rp 43 triliun. Kementerian BUMN menargetkan laba sebanyak 118 BUMN selama 2017 mencapai Rp 197 triliun. Tahun lalu, BUMN mencatatkan laba sebanyak Rp 164 triliun.

    Adapun pendapatan BUMN, menurut data Kementerian BUMN, Rp 431 triliun pada triwulan I ini. Targetnya, BUMN membukukan pendapatan hingga Rp 2.116 triliun pada 2017. Sedangkan pendapatan seluruh BUMN pada 2016 sebesar Rp 1.802 triliun.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.