Jika Pinjaman Jepang Cair, Proyek Patimban Dibangun Juli 2017  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pekerja sedang melakukan pekerjaan finishing pembatas jalan di atas dermaga pelabuhan Patimban di Desa Patimban, Subang, Jawa Barat, Ahad 7 Desember 2014. TEMPO/Nanang Sutisna

    Sejumlah pekerja sedang melakukan pekerjaan finishing pembatas jalan di atas dermaga pelabuhan Patimban di Desa Patimban, Subang, Jawa Barat, Ahad 7 Desember 2014. TEMPO/Nanang Sutisna

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Tonny Budiono mengatakan proyek Pelabuhan Patimban tinggal menunggu pencairan dana pinjaman dari Jepang. Hal ini karena pemerintah telah menentukan penetapan lokasi dari pembangunan pelabuhan.

    ”Penetapan lokasi sudah ada, sudah beres,” kata Tonny Budiono saat ditemui di Kementerian Koordinator Kemaritiman, Jakarta Pusat, Selasa, 18 April 2017.

    Baca: Gubernur Jawa Barat Tetapkan Lokasi Pelabuhan Patimban

    Setelah penetapan lokasi sudah ada, Tonny menuturkan, Peraturan Pemerintah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional yang akan segera keluar. Aturan itu akan mempercepat akselerasi berjalannya proyek ini. “Bisa lebih cepat dari Juli kalau mulainya.”

    Baca: Pilkada DKI, Bank Mandiri Liburkan Seluruh Kantor di Jakarta

    Ketika ditanyakan apakah perlu menunggu penandatanganan detailed engineering design sebelum pencairan pinjaman, Tonny menjawab tak perlu. “RTRW ada, penlok ada, amdal ada, tinggal jalan,” tuturnya.

    Penetapan lokasi pembangunan Pelabuhan Patimban sudah ditetapkan oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan pada 13 April 2017. Wilayahnya meliputi dua kecamatan di Kabupaten Subang, Jawa Barat.

    Wilayah itu adalah Desa Patimban, Desa Kalentambo, Desa Gempol, Desa Pusakaratu, dan Desa Kotasari di Kecamatan Pusakanagara. Sedangkan di Kecamatan Pusakajaya, akan meliputi Desa Pusakajaya.

    DIKO OKTARA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.