Singapura Sasar Investasi di 3 Tempat Wisata Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Umat Hindu berjalan keluar komplek candi setelah melakukan pradaksina atau berjalan mengitari Candi Prambanan di Sleman, DI Yogyakarta, 27 Maret 2017. Prosesi Tawur Agung yang diikuti ribuan Umat Hindu dari DI Yogyakarta dan Jawa Tengah tersebut merupakan rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi tahun baru saka 1939. ANTARA FOTO

    Umat Hindu berjalan keluar komplek candi setelah melakukan pradaksina atau berjalan mengitari Candi Prambanan di Sleman, DI Yogyakarta, 27 Maret 2017. Prosesi Tawur Agung yang diikuti ribuan Umat Hindu dari DI Yogyakarta dan Jawa Tengah tersebut merupakan rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi tahun baru saka 1939. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelaku usaha asal Singapura menyasar investasi di tiga lokasi wisata dari 10 destinasi wisata yang diprioritaskan oleh pemerintah Indonesia.

    Ketiga lokasi wisata tersebut adalah Danau Toba di Sumatra Utara, Candi Borobudur dan Prambanan di Jawa Tengah, dan Mandalika di Nusa Tenggara Barat. "Dari 10 destinasi yang ditawarkan, mereka tertarik dan ingin fokus ketiga destinasi itu," ujar Duta Besar RI untuk Singapura Ngurah Swajaya, Selasa, 18 April 2017.

    Ngurah menuturkan investor asal Singapura saat ini menempatkan Indonesia sebagai negara pertama tujuan investasi. Investor Singapura mengincar pasar Indonesia yang merupakan pasar terbesar Asean.

    Ngurah menjabarkan investasi asal Singapura setahun terakhir mengalami peningkatan yang pesat. Kadin Singapura,paparnya, telah menempatkan Indonesia sebagai urutan pertama destinasi investasi.

    “Indonesia sebelumnya urutan ketiga. Walaupun situasi ekonomi global belum begitu membaik, tapi ini [investasi] menunjukkan peningkatan yang signifikan," ucapnya.

    Baca
    Istana Bilang Boyolali Berkembang Kalau ada Disneyland
    Sri Mulyani Sebut Rasio Utang Cukup Tinggi, Namun....
    Bulog Coba Produk 'Pakan Ternak Kita'  
    Tertinggi Sejak 2015, Surplus Neraca Perdagangan US$ 3,92 Miliar

    Adapun, salah satu investasi asal Singapura yang cukup menyedot perhatian publik ialah Kawasan Industri Kendal (Jawa Tengah) yang diresmikan oleh Presiden Jokowi dan PM Singapura Lee Hsien Loong pada akhir tahun 2016.

    Data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi asal Singapura pada 2016 mencapai US$ 9,2 juta, naik 55,9 persen dari US$ 5,9 juta pada 2015.

    Realisasi investasi asal Singapura itu mencaplok pangsa sebesar 31,7 persen dari total investasi asing yang sebesar US$ 28,96 juta. Raihan itu mengalahkan realisasi investasi asal Jepang ataupun Cina yang masing-masing sebesar US$ 5,4 juta dan US$ 2,7 juta.

    Ngurah melanjutkan, selain pariwisata pelaku usaha asal Singapura juga tertarik untuk masuk ke sektor transportasi dan energi terbarukan seperti mikrohidro dan PLTG. Menurut dia, terdapat empat alasan utama Singapura mengalihkan investasinya ke Indonesia. Pertama, Indonesia merupakan pasar terbesar Asean sehingga berinvestasi di Indonesia berarti juga mendapatkan market Asean.

    Kedua, Indonesia masih memiliki banyak tenaga kerja karena keunggulan usia produktif dan demografi. Ketiga, perbaikan peringkat kemudahan berbisnis di Indonesia (Ease of Doing Business) yang naik 15 peringkat menjadi urutan ke-91 dunia.

    Keempat, Indonesia sedang gencar membangun infrastruktur yang pada masa depan akan menjadi faktor penentu persaingan dengan negara Asean lainnya. “Saya yakin tahun akan lebih meningkat lagi,” imbuhnya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?