OJK Imbau Bank Asing Fokus Pembiayaan Trade Financing untuk UKM  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratu Maxima dari kerajaan Belanda (tengah) menyaksikan Kerjasama antara Ketua Dewan Komisioner OJK; Muliaman D. Hadad dan Country Director UNDP Indonesia; Christophe Bahuet pada penutupan acara Fintech Festival & Conference 2016 di ICE BSD City, Serpong, 30 Agustus 2016. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Ratu Maxima dari kerajaan Belanda (tengah) menyaksikan Kerjasama antara Ketua Dewan Komisioner OJK; Muliaman D. Hadad dan Country Director UNDP Indonesia; Christophe Bahuet pada penutupan acara Fintech Festival & Conference 2016 di ICE BSD City, Serpong, 30 Agustus 2016. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Hadad mengimbau bank asing di Indonesia lebih berfokus terhadap penyediaan trade financing, terutama untuk usaha kecil dan menengah (UKM).

    Muliaman mengatakan jaringan bank asing dapat bermanfaat bagi pembiayaan UKM. "Mereka kan punya jaringan luas di luar negeri," katanya di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu, 5 April 2017.

    Baca: OJK Kenalkan Sistem Keuangan Kepada Siswa ...

    Selain jaringan, Muliaman menilai bank asing memiliki kemampuan teknologi yang lebih baik. Teknologi finansial dapat mempermudah pembiayaan bagi UKM.

    Presiden International Chambers of Commerce (ICC) Indonesia Ilham Akbar Habibie mengatakan digitalisasi dapat mempercepat transaksi karena mengurangi waktu komunikasi dan pengisian formulir. SDM yang dilibatkan pun berkurang.

    Dampaknya, ada penurunan biaya karena proses lebih sederhana. Digitalisasi juga dapat membantu peningkatan kualitas layanan dan keamanan. "Namun tidak ada manfaat tanpa mudarat," katanya. Digitalisasi menciptakan kejahatan dunia maya. Orang yang memiliki akses terhadap teknologi tertentu dapat menyalahgunakan data di dalamnya.

    Baca: Citi Indonesia Dinobatkan Jadi Bank Digital Terbaik

    Namun Ilham mengatakan masyarakat tak boleh menutup diri dengan kemajuan tersebut. "Banyak value added besar yang bisa didapatkan dari perubahan struktural ini," ujarnya.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.