Kapal Bertenaga Listrik Pertama di Indonesia Diluncurkan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (keempat kiri), Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf (kiri) dan Himpunan Industri Mebel dan Kerajian Indonesia (HIMKI) Soenoto (kelima kiri) menghadiri pembukaan pameran Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2017 di JI Expo, Jakarta, 11 Maret 2017. ANTARA FOTO

    Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (keempat kiri), Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf (kiri) dan Himpunan Industri Mebel dan Kerajian Indonesia (HIMKI) Soenoto (kelima kiri) menghadiri pembukaan pameran Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2017 di JI Expo, Jakarta, 11 Maret 2017. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto meresmikan peluncuran kapal bertenaga listrik pertama di Indonesia, MV Iriana. Kapal angkut semen curah berkapasitas 9.300 deadweight tonnage (DWT) dengan sistem electric propulsion tersebut diproduksi PT Sumber Marine Shipyard.

    “Karya anak bangsa ini adalah wujud nyata kemandirian industri perkapalan nasional yang nantinya dapat mendukung kelancaran distribusi barang, khususnya untuk muatan semen yang akan digunakan untuk kegiatan pembangunan di Indonesia,” ujar Airlangga dalam keterangan resminya, Selasa, 28 Maret 2017.

    Kapal yang dipesan PT Pelayaran Andalas Bahtera Baruna tersebut digerakkan dengan tenaga listrik yang dihasilkan motor elektrik, sehingga hemat energi dan ramah lingkungan. Indonesia merupakan negara ketiga di Asia yang memproduksi jenis kapal ini setelah Jepang dan Taiwan.

    Baca: PT Kereta Api Pastikan Ada Kereta Tambahan Lebaran

    Airlangga menuturkan teknologi yang digunakan MV Iriana sama dengan yang dipakai Jepang. Namun kapal tersebut mampu menghemat bahan bakar yang lebih besar. "Teknologi di sini akan menghemat energi hingga 20 persen, sedangkan di Jepang hanya menghemat sekitar 10 persen,” ucapnya.

    MV Iriana memiliki spesifikasi panjang 117 meter, lebar 25,5 meter, tinggi 7,9 meter, kedalaman ke air 6,3 meter, dan kecepatan 10 knot. Kapal tersebut dikerjakan dalam kurun kurang dari setahun. Pemakaian bahan baku untuk MV Iriana didominasi dengan baja lokal yang diproduksi PT Krakatau Posco di Cilegon.

    Menurut Airlangga, produksi kapal ini juga mampu menghemat devisa sekitar Rp 260 miliar per kapal. Hal itu membuat perusahaan dapat memperkerjakan lebih banyak tenaga kerja lokal dan memperkuat mata uang rupiah. “Kapal ini menyerap tenaga kerja dan bahan baku lokal yang tinggi serta dibangun dengan tepat waktu,” katanya.

    Baca: Perjalanan Kereta di Semarang Turun, Apa Penyebabnya?

    Airlangga berujar, pembangunan MV Iriana sejalan dengan langkah pemerintah menempatkan sektor maritim sebagai salah satu program prioritas dalam pembangunan nasional. "Saat ini, pemerintah berupaya agar sektor industri galangan kapal nasional mempunyai daya saing di tingkat global,” ucapnya.

    Chairman PT Sumber Marine Shipyard Haneco W. Lauwensi menyatakan MV Iriana murni hasil karya anak bangsa. Menurut dia, keberhasilan ini akan memotivasi industri galangan kapal lain agar terus tumbuh dan berdaya saing sekaligus memberikan kontribusi yang besar kepada perekonomian nasional.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.