Dolar Amerika Melemah, Rupiah Berpeluang Menguat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Uang dolar/Rupiah/Penukaran uang. TEMPO/Imam Sukamto

    Ilustrasi Uang dolar/Rupiah/Penukaran uang. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Analis PT Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada, mengatakan rupiah masih berpeluang menguat hari ini. Rupiah diperkirakan bergerak di kisaran support Rp 13.334 dan resisten Rp 13.278.

    Reza mengatakan penguatan rupiah terbantu euro dan pound Inggris yang terapresiasi terhadap dolar Amerika Serikat. "Kami perkirakan sentimen tersebut dapat menyertai pergerakan laju rupiah sehingga peluang penguatan masih dapat terjadi," kata dia, seperti dilansir keterangan tertulis, Rabu, 22 Maret 2017. Rupiah juga mendapat sentimen positif dari pergerakan dolar Amerika yang masih cenderung melemah.

    Pergerakan euro kembali menguat seiring sentimen debat calon Presiden Prancis. Reza mengatakan pelaku pasar melihat calon Presiden Prancis, yang merupakan mantan menteri ekonomi, Macron, berpeluang menang dalam pemilu.

    Euro juga terbarukan pergerakan pound Inggris yang menguat. Pound bergerak positif merespons rilis data perekonomian Inggris yang cukup positif, seperti inflasi dan retail price index yang tercatat mulai naik. Peningkatan tersebut diasumsikan berkorelasi dengan peningkatan daya beli masyarakat.

    Berdasarkan data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah kemarin berada di level Rp 13.308 per dolar Amerika. Nilainya meningkat dibanding Senin, 20 Maret 2017, yaitu Rp 13.329.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).