KTT IORA, Indonesia Incar Kerja Sama Industri Maritim

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo memberikan sambutan ketika pembukaan KTT Indian Ocean Rim Association (IORA) ke-20 tahun 2017 di Jakarta Convention Center, Jakarta, 7 Maret 2017. KTT IORA yang dihadiri 21 anggota dan tujuh negara mitra dialog itu mengangkat tema

    Presiden Joko Widodo memberikan sambutan ketika pembukaan KTT Indian Ocean Rim Association (IORA) ke-20 tahun 2017 di Jakarta Convention Center, Jakarta, 7 Maret 2017. KTT IORA yang dihadiri 21 anggota dan tujuh negara mitra dialog itu mengangkat tema "Strengthening Maritime Cooperation for Peaceful, Stable & Prosperous Indian Ocean". ANTARA/IORA SUMMIT 2017/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah mengincar peningkatan kerja sama industri di bidang maritim bersama negara-negara anggota Asosiasi Negara Lingkar Samudra Hindia (Indian Ocean Rim Association/IORA). Sektor industri yang dianggap berpotensi, menurut Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, antara lain industri perkapalan dan peralatannya serta pengolahan hasil laut.

    “Sektor lain, seperti komponen otomotif, petrokimia, gasifikasi batu bara, serta produk hilir agro, juga punya potensi besar,” kata Airlangga, dalam keterangan pers setelah menghadiri IORA Business Summit, Senin, 6 Maret 2017.

    Baca: KTT IORA, Myanmar Dianggap Sebagai Calon Anggota Potensial

    Pemerintah mengandalkan sektor-sektor ini, karena meliputi industri padat karya yang berorientasi ekspor dan bisa menyediakan (substitusi) produk-produk yang selama ini diimpor. Dari sisi kepentingan ekonomi, Airlangga menilai, negara-negara di sekitar Samudra Hindia memiliki potensi yang sangat prospektif. Di antaranya, pasar yang besar dengan jumlah penduduk 2,7 miliar jiwa, sekitar 70 persen perdagangan dunia melewati kawasan ini, serta sekitar 55 persen cadangan minyak dunia dan 40 persen cadangan gas dunia.

    Selain itu, negara-negara di wilayah itu memproduksi sekitar sepertiga produksi ikan tuna dunia dan menyimpan berbagai cadangan mineral yang bernilai ekonomi tinggi. “Dengan berbagai potensi tersebut, salah satu langkah yang perlu dijalankan Indonesia adalah pembangunan infrastruktur dan konektivitas maritim, termasuk dalam pengembangan industri perkapalan dan maritim."

    Baca: KTT IORA Ingin Atur Perairan Samudera Hindia

    IORA merupakan forum kerja sama antarnegara terbesar di Samudra Hindia yang berdiri pada 1997. IORA beranggotakan 21 negara, yaitu Australia, Afrika Selatan, Bangladesh, Komoros, India, Indonesia, Iran, Kenya, Madagaskar, Malaysia, Mauritius, Mozambik, Oman, Seychelles, Singapura, Somalia, Sri Lanka, Tanzania, Thailand, Uni Emirat Arab, dan Yaman. Adapun tujuh negara mitra dialognya adalah Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Jerman, Mesir, Tiongkok, dan Prancis.  

    Tahun lalu, nilai total perdagangan Indonesia dengan negara-negara IORA sebesar US$ 82,57 miliar. Adapun nilai perdagangan intra-regional IORA pada 2015 mencapai US$ 777 miliar, atau naik 300 persen dibanding pada 1994 (US$ 233 miliar). IORA juga menyumbang surplus bagi perdagangan Indonesia.

    PRAGA UTAMA | DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.