Menteri Susi: Pemerintah akan Bangun Konglomerasi Pribumi

Penghargaan gelar Doctor HC Susi Pudjiastuti dari UNDIP(Komunika Online)

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perikanan dan Kelautan  Susi Pudjiastuti mengeluarkan kebijakan afirmatif yang diarahkan pada program pembangunan konglomerasi pribumi yang selama ini dinilai tertinggal jauh dari pengusaha non-pribumi.

Ia mengatakan kebijakan itu merupakan bentuk komitmen pemerintah mendorong perkembangan pengusaha dalam negeri atau pribumi. Terutama para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) bidang kelautan dan perikanan.

Baca: Menteri Susi: Mari Perangi Mafia Perikanan Laut Indonesia
Susi: Kapal Malaysia Curi Ikan, Apa Itu Rekreasi?

Menurut Susi, kebijakan afirmatif atau keberpihakan kepada pribumi dilakukan agar memberi kekuatan bagi pengusaha lokal. Sebab, pribumi belum siap bertarung dengan non-pribumi.

“Sekarang, pemerintah akan menggulirkan program membangun konglomerasi pribumi, membangun perusahaan pribumi, supaya kuat,” kata dia dalam keterangan tertulis, Rabu, 18 Januari 2017. Dia mengatakan kebijakan tersebut didasarkan pada komitmen pemerintah untuk memperbaiki ketimpangan ekonomi yang terjadi di Indonesia.

Ia menyebutkan, saat ini, 53 persen tanah negara dikuasai rasio 0,0003 penduduk Indonesia. Menurut dia, satu korporasi besar non-pribumi bisa menguasai hingga 12-20 juta hektare tanah negara.

Susi menuturkan lemahnya pertumbuhan ekonomi di beberapa daerah di Indonesia, terutama Sumatera dan Kalimantan, terjadi akibat dominasi penguasaan lahan oleh pengusaha asing. Dominasi korporasi oleh non-pribumi ini dinilai telah memperlebar rasio ketimpangan ekonomi sandang, pangan, dan kehidupan hingga 0,41.

Baca: Menteri Susi Tangkap 122 Kapal Asing, Ditenggelamkan?

Susi menegaskan affirmative policy harus dilakukan sehingga pemerintah punya keberpihakan. “Bukan kami menganggap non-pribumi atau non-Indonesia asli itu bukan bangsa Indonesia, bukan itu. Namun, melihat situasi dan kondisi saat sekarang, di mana satu persen penduduk menguasai 70 persen ekonomi Indonesia,” kata dia.

Pemerintah akan berpihak kepada pribumi, salah satunya dengan mempermudah izin usaha untuk pribumi. Menurut Susi, itu diperlukan agar nelayan Indonesia tidak tertindas oleh aktivitas korporasi-korporasi besar non-pribumi. Affirmative policy ini ditujukan untuk membangun bangsa dengan menjaga keseimbangan dan keadilan.

Susi menilai, jika tidak diberlakukan affirmative policy, nelayan tidak bisa mendapat ikan. “Wong di tengah laut (hasil laut) diambilin.” Ia melanjutkan, pengetahuan orang Bitung dalam memancing pasti kalah dengan orang Filipina. Apabila mereka tidak dikasih jeda untuk belajar, mereka tidak akan menang sampai kapan pun. “Di sinilah pemerintah sebagai regulator. Regulating itu termasuk adjusting, adjuster,” ujarnya.

Namun Susi tak menampik, selama ini, sekitar 60-70 persen APBN, termasuk Kementerian Kelautan dan Perikanan, masih dikuasai pemborong non-pribumi. Karena itu, ia mengarahkan jajarannya untuk memberikan kesempatan kepada pengusaha UMKM pribumi memenangkan proyek.

Dia juga akan menindak tegas jajarannya yang diketahui bersekongkol untuk menguntungkan asing dan lemah komitmennya terhadap affirmative policy.

 Susi Pudjiastuti optimistis apabila jajarannya, semua petugas negara, dan departemen lain berpikir sama, dalam 5 tahun ke depan akan banyak pengusaha-pengusaha Indonesia yang tangguh. Sebab, mereka mendapatkan kesempatan mempunyai proyek dari pemerintah.

DANANG FIRMANTO






Kronologi Penanganan Paus Sperma yang Terdampar di Banyuwangi

5 hari lalu

Kronologi Penanganan Paus Sperma yang Terdampar di Banyuwangi

Bangkai paus sangat besar. Membutuhkan waktu 4 hari untuk memotong hewan tersebut dan menguburnya.


Terkini Bisnis: Pesan Politikus PKS Soal Pembengkakan BIaya Kereta Cepat, Susi Kritik Sandiaga

10 hari lalu

Terkini Bisnis: Pesan Politikus PKS Soal Pembengkakan BIaya Kereta Cepat, Susi Kritik Sandiaga

Berita terkini bisnis hingga siang ini dimulai dari politikus PKS yang mengingatkan pemerintah tak terjebak menalangi proyek kereta cepat dengan APBN.


Susi Pudjiastuti Kritik Sandiaga Soal Kenaikan Harga Tiket Pulau Komodo: Why Again?

10 hari lalu

Susi Pudjiastuti Kritik Sandiaga Soal Kenaikan Harga Tiket Pulau Komodo: Why Again?

Susi Pudjiastuti mengkritik Menteri Sandiaga Uno soal kenaikan harga tiket masuk Taman Nasional Komodo menjadi Rp 3,75 juta per orang.


Susi Pudjiastuti Manikur dan Pedikur Sendiri di Rumah

16 hari lalu

Susi Pudjiastuti Manikur dan Pedikur Sendiri di Rumah

Susi Pudjiastuti mengatakan jarang melakukan perawatan kuku, kali ini dia manikur dan pedikur sendiri untuk menghadiri sebuah acara.


Pemerintah Jelaskan Manfaat Hak Kekayaan Intelektual bagi UMKM Selain Urusan Hukum

17 hari lalu

Pemerintah Jelaskan Manfaat Hak Kekayaan Intelektual bagi UMKM Selain Urusan Hukum

Rulli Nuryanto menyatakan hak kekayaan intelektual (HKI) punya sejumlah fungsi sangat penting bagi pelaku usaha mikro.


Tekan Risiko Tumpang Tindih Pemanfaatan Ruang Laut, KKP Ikuti Perintah Luhut

27 hari lalu

Tekan Risiko Tumpang Tindih Pemanfaatan Ruang Laut, KKP Ikuti Perintah Luhut

Luhut telah memberikan arahan kepada Menteri KKP untuk menekan kemungkinan risiko tumpang tindih pemanfaatan ruang laut melalui penerbitan regulasi.


Tak jadi Tersangka Illegal Fishing, 17 Awak Kapal Ikan Vietnam Dipulangkan

27 hari lalu

Tak jadi Tersangka Illegal Fishing, 17 Awak Kapal Ikan Vietnam Dipulangkan

KKP dan Kemenlu memulangkan 17 awak kapal berkewarganegaraan Vietnam ke negara asalnya setelah diputuskan tak terkait dengan illegal fishing.


Berhasil Kelola Raja Ampat, Indonesia Raih Blue Park Awards

43 hari lalu

Berhasil Kelola Raja Ampat, Indonesia Raih Blue Park Awards

Penghargaan mustahil diraih tanpa inspirasi masyarakat Raja Ampat.


KKP Dorong Kemandirian Desa melalui Smart Fisheries Village

48 hari lalu

KKP Dorong Kemandirian Desa melalui Smart Fisheries Village

Karakteristik SFV memiliki nilai tambah melalui pemanfaatan teknologi dan digitalisasi.


Kecelakaan Pesawat Susi Air di Timika, ini Profil Maskapai yang Didirikan Susi Pudjiatuti 18 Tahun Lalu

51 hari lalu

Kecelakaan Pesawat Susi Air di Timika, ini Profil Maskapai yang Didirikan Susi Pudjiatuti 18 Tahun Lalu

Pesawat Susi Air dikenal masyarakat sebagai maskapai yang melayani penerbangan rintisan dengan peswat berukuran kecil. Begini profil maskapai Susi Air