Jokowi Minta Mitra Lokal Baru dalam Proyek Patimban

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pekerja sedang melakukan pekerjaan finishing pembatas jalan di atas dermaga pelabuhan Patimban di Desa Patimban, Subang, Jawa Barat, Ahad 7 Desember 2014. TEMPO/Nanang Sutisna

    Sejumlah pekerja sedang melakukan pekerjaan finishing pembatas jalan di atas dermaga pelabuhan Patimban di Desa Patimban, Subang, Jawa Barat, Ahad 7 Desember 2014. TEMPO/Nanang Sutisna

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan proyek Pelabuhan Patimban makin dekat ke realisasi. Namun masih ada hal yang harus dipastikan, seperti perusahaan mana yang akan bekerja sama dalam pembangunan proyek yang ikut dibiayai Jepang itu, baik perusahaan lokal maupun yang berasal dari Jepang.

    "Siapa saja partnernya, belum diputuskan," ucap Luhut di Istana Kepresidenan, Rabu, 11 Januari 2017.

    Sejauh ini, perusahaan Indonesia yang disebut-sebut sudah pasti akan terlibat pembangunan Pelabuhan Patimban adalah PT Pelabuhan Indonesia II (Persero). Sementara itu, untuk perusahaan asal Jepang, sudah muncul dua nama, yaitu Astra dan Mitsubishi.

    Baca: Jabar Percepat Persiapan Pelabuhan Patimban

    Harapan pemerintah Indonesia, yang akan bekerja sama membangun dan mengoperasionalkan Patimban sudah bisa dipastikan sebelum Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe berkunjung ke Indonesia, Ahad nanti. Dengan begitu, ketika Abe datang, hal yang perlu dilakukan tinggal mengesahkan kerja sama itu.

    Luhut membenarkan bahwa Pelindo II masuk jajaran perusahaan yang akan terlibat dalam pembangunan dan operasional Patimban. Namun Pelindo II tak bisa sendiri alias harus mengajak mitra lokal dari sektor swasta.

    Luhut berujar, syarat harus mengajak partner lokal dan swasta itu datang dari Presiden Joko Widodo. Presiden, menurut Luhut, ingin ada pemain-pemain baru dalam proyek pelabuhan, sehingga tidak hanya Pelindo.

    Baca: Proyek Lelang Patimban Digelar Pertengahan 2017

    Sementara itu, terkait dengan Jepang, Luhut membenarkan juga bahwa Astra dan Mitsubishi termasuk perusahaan Jepang yang dijajaki terlibat dalam pembangunan Patimban. Namun masih ada satu-dua perusahaan lagi yang ia lupa namanya. "Sejauh yang saya tahu, ada Astra, Mitsubishi. Pokoknya ada tiga-empatlah," tutur Luhut.

    Jika terealisasi, Pelabuhan Patimban akan memiliki kapasitas tampung kontainer sebesar 1,5 juta TEUs pada akhir pembangunan tahap pertama tahun 2019 dan 7,5 juta TEUs di 2027. Kapasitas itu separuh dari kapasitas Pelabuhan Tanjung Priok.

    Adapun nilai investasi proyek Patimban mencapai Rp 40 triliun dengan 51 persen sahamnya dipegang langsung Indonesia. Adapun Pelindo II dikabarkan akan memegang 10 persen saham dengan nilai investasi Rp 4 triliun.

    ISTMAN M.P.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.