Nilai Tukar Rupiah Menguat Jadi Rp 13.357 per Dolar AS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang karyawan money changer menghitung uang kertas Rupiah, di Jakarta, 15 Desember 2014. Majalah The Economist menyebutkan, masalah yang dihadapi Indonesia adalah pemerintahan yang birokratis, korupsi, dan infrastruktur yang tidak memadai menjadi alasan nilai tukar rupiah sangat rendah. Adek Berry/AFP/Getty Images

    Seorang karyawan money changer menghitung uang kertas Rupiah, di Jakarta, 15 Desember 2014. Majalah The Economist menyebutkan, masalah yang dihadapi Indonesia adalah pemerintahan yang birokratis, korupsi, dan infrastruktur yang tidak memadai menjadi alasan nilai tukar rupiah sangat rendah. Adek Berry/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar rupiah dalam transaksi antar bank di Jakarta pada Senin pagi menguat 23 poin menjadi Rp13.357 per dolar AS.

    "Rupiah mulai kembali mendapatkan momentum penguatannya, sentimen harga komoditas yang masih optimistis meningkatkan daya tarik aset berdenominasi rupiah," kata Ekonom Samuel Sekuritas, Rangga Cipta.

    Meredanya ketidakpastian global, ia mengatakan, mengembalikan kepercayaan Bank Indonesia untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Bank Indonesia menyatakan bahwa ada sedikit ruang untuk pelonggaran moneter.

    Dari eksternal, dia menjelaskan, data ekonomi Amerika Serikat yang di bawah ekspektasi turut menjadi salah satu faktor penekan dolar AS sejalan dengan penurunan imbal hasil US Treasury.

    Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan kenaikan defisit neraca perdagangan dan penurunan pesanan perusahaan di Amerika Serikat juga menekan dolar AS  dan mempengaruhi pergerakan rupiah.

    Selain itu, ketidakpastian mengenai hubungan dagang Amerika Serkat dan China membuat pelaku pasar lebih memilih pasar negara berkembang.

    "Tidak hanya itu, belum adanya realisasi dari kebijakan-kebijakan presiden terpilih Donald Trump membuat efek Trump mulai melemah, dan membuat para investor kembali berinvestasi di negara-negara berkembang termasuk Indonesia," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.