Tiga Kementerian Bakal Atur Harga Susu Sapi Segar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pekerja tengah memerah susu sapi dengan menggunakan mesin di sebuah gudang perah di Smithton, Australia, 17 November 2016. REUTERS

    Seorang pekerja tengah memerah susu sapi dengan menggunakan mesin di sebuah gudang perah di Smithton, Australia, 17 November 2016. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan pemerintah akan berkoordinasi untuk menentukan floor price susu sapi segar di Indonesia. Hal tersebut diungkapkan saat mengunjungi peternakan PT Greenfields Indonesia bersama empat menteri lain. Pernyataan itu muncul setelah sebelumnya kelima menteri mengunjungi peternak sapi perah di Pujon, Malang, Jawa Timur.

    “Pemerintah, dalam hal ini Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, dan Menteri Pertanian, harus bersama-sama menentukan floor price harga susu sapi segar dari peternak,” kata Enggartiasto dalam pesan tertulisnya, Sabtu, 7 Januari 2017.

    Baca: Desa Unggulan 2016, Gemaharjo Berkembang Berkat Sapi Perah

    Dalam kunjungan tersebut, Enggartiasto bersama Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimoeljono , serta Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara. Mereka mengunjungi peternakan sapi perah PT Greenfields Indonesia yang berlokasi di Desa Ngajum, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.

    Peternakan Greenfields telah beroperasi sejak 1997. Saat ini, perusahaan telah memiliki populasi 8.000 sapi dan merupakan peternakan sapi perah terbesar di Indonesia. Dengan mengambil bibit sapi Holstein dari Australia yang dikembangkan secara lokal, Greenfields mampu memproduksi susu sebesar 42 juta ton setiap tahun.

    Baca: Mentan Targetkan 500 Ribu Sapi Bunting pada 2017- 2018

    Selain mengunjungi peternakan sapi, para menteri bidang ekonomi tersebut sedang mengkaji kebijakan wajib serap susu segar dalam negeri (SSDN) oleh industri pengolahan susu (IPS). Saat ini, kebutuhan susu nasional masih bergantung pada impor susu bubuk sebesar 82 persen.

    “Rendahnya harga SSDN di tingkat peternak menjadi penyebab utama keengganan peternak memelihara sapi perah,” ujar Heru S. Prabowo, Wakil Ketua Asosiasi Peternak Sapi Perah Indonesia. “Harga saat ini antara Rp 5.000 dan 5.500 per liter."

    Menurut Heru, harga tersebut tidak mampu menutupi biaya operasional untuk pemeliharaan sapi, terutama pakan sapi perah. Lebih lanjut, harga dasar yang setidaknya dibutuhkan peternak sapi perah adalah Rp 6.000. Dengan harga tersebut, petani diperkirakan bisa mendapatkan penghasilan sekitar Rp 1,9 juta per bulan.

    DESTRIANITA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.