Indonesia Jadi Tuan Rumah World Franchise Summit

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah stan pameran International Franchise Licence & Business Concept Expo & Conference di JCC, Jakarta, Jumat (19/06). Pameran ini berlangsung hingga 21 Juni mendatang. Foto: TEMPO/Yosep Arkian

    Sejumlah stan pameran International Franchise Licence & Business Concept Expo & Conference di JCC, Jakarta, Jumat (19/06). Pameran ini berlangsung hingga 21 Juni mendatang. Foto: TEMPO/Yosep Arkian

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia bakal menjadi tuan rumah ajang World Franchise Summit tahun ini, yang diikuti sekitar 550 merek dan perusahaan waralaba lokal serta internasional.

    World Franchise Summit Indonesia (WFSI) bakal digelar pada 22-27 November 2016. Rangkaian acaranya mencakup pertemuan anggota Asia Pacific Franchise Confederation (APFC), World Franchise Summit, dan Indonesia Franchise & SME Expo. Pameran tersebut ditargetkan mencetak nilai transaksi sebesar Rp500 miliar.

    Chairman Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Andrew Nugroho mengatakan akan ada 250 merek dan perusahaan waralaba internasional serta 350 merek franchise lokal yang ikut serta dalam pameran Indonesia Franchise & SME Expo. Adapun dalam keseluruhan rangkaian WSFI, bakal hadir perwakilan asosiasi waralaba dari 26 negara.

    "Ini merupakan kesempatan yang baik bagi para pewaralaba lokal untuk memperluas wawasan, jaringan, dan pasar. Pelaku waralaba lokal bisa berkenalan dengan pelaku usaha dari negara lain, bisa bertanya bagaimana caranya ekspansi ke sana," papar dia dalam konferensi pers WFSI, Rabu (16 November 2016).

    CEO AFI Anang Sukandar mengharapkan industri waralaba nasional dapat semakin dikenal dunia. Merek-merek franchise dalam negeri juga diharapkan terdorong terus meningkatkan daya saing sehingga mampu berkiprah di pentas global.

    AFI menyatakan sektor waralaba adalah salah satu perwujudan kegiatan ekonomi kerakyatan. Tetapi, selama ini hanya 9% franchise nasional aktif yang memiliki lebih dari 100 gerai.

    "Penjualan setiap gerai waralaba berkontribusi terhadap dinamika perekonomian nasional. Semakin banyak jumlahnya, semakin besar kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi," terang dia.

    Anang menambahkan pertumbuhan gerai waralaba berkolerasi positif terhadap penyerapan tenaga kerja dan penciptaan lapangan kerja. Jika tiap franchise dibina agar berkembang maka sektor ini bakal menjadi sektor strategis dalam mendorong dan meningkatkan perekonomian nasional.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.