Kereta Bandara Diberangkatkan Setiap 15 Menit Sekali

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja melakukan pengecatan saat menyelesaikan proyek fasilitas penunjang kereta menuju  Bandara Soekarno Hatta di Stasiun Batu Ceper, Kota Tangerang, Banten, 28 April 2015. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

    Pekerja melakukan pengecatan saat menyelesaikan proyek fasilitas penunjang kereta menuju Bandara Soekarno Hatta di Stasiun Batu Ceper, Kota Tangerang, Banten, 28 April 2015. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kereta menuju Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang ditargetkan beroperasi pada Juli 2017. Waktu kedatangan kereta direncakan berlangsung setiap 15 menit sekali.

    Direktur Utama PT Railink Heru Kuswanto saat peninjauan jalur kereta menuju Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta, Senin (7 November 2016) mengatakan dalam sehari akan ada 124 frekuensi dengan 10 rangkaian kereta yang terdiri dari enam kereta/gerbong. "Jadi jika dihitung headway (waktu antara) kedatangan kereta itu setiap 15 sekali," katannya.

    Heru menambahkan setiap rangkaian kereta mampu mengangkut 274 penumpang dalam satu kali perjalanan atau 33.976 penumpang dalam sehari. "Nantinya, rangkaian kereta ini bisa ditambah hingga 10 atau totalnya 100 kereta/gerbong," katanya.

    Dia mengatakan rangkaian kereta tersebut tengah dipesan dan dikerjakan oleh perusahaan manufaktur kereta yang bermarkas di Swedia, yaitu Bombardier. Dari segi interior, dia mengatakan, tidak jauh berbeda dengan kereta yang dioperasikan di Bandara Kualanamu, Medan, berikut pula dengan tarifnya diperkirakan Rp100.000 per penumpang.

    Heru menyebutkan nilai yang diinvestasikan untuk 10 rangkaian kereta tersebut, yaitu 70 juta dolar AS atau sekitar Rp915,6 miliar. "Maret 2017 akan datang kereta yang kita pesan dari Swedia," katanya.

    Dia menambahkan kereta-kereta buatan Bombardier telah banyak dioperasikan di sejumlah negara, seperti Australia dan di negara-negara Eropa, contohnya Jerman.

    Karena akan dioperasikan di Indonesia, Heru mengatakan pihaknya menyesuaikan lebar rel (gauge) yang sesuai, yaitu 1.067 milimeter. "Sebetulnya, kalau dari standar internasional itu 1.435 milimeter, tapi itu untuk kecepatan sekelas Shinkansen dan terlalu besar investasinya," katanya.

    Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT KAI Commuter Jabodetabek (KCH) MN Fadhila mengatakan pihaknya telah menyiapkan untuk pengaturan penumpang kereta rel listrik (KRL) dan penumpang kereta bandara.

    "Dari sisi operasional seluruh anak perusahaan itu adanya di induk, yaitu di KAI, jadi Daop yang mengatur nanti ini juga harus bersama-sama," katanya.

    Kereta menuju Bandara Soekarno-Hatta ditargetkan akan rampung pada Semester I 2017, atau sekitar Juni-Juli 2017.

    Proyek senilai Rp2,7 triliun itu diharapkan menjadi moda alternatif bagi masyarakat menuju bandara yang hanya membutuhkan waktu tempuh 54 menit dari Stasiun Manggarai-Sudirman Baru-Duri-Batu Ceper-Bandara Soetta.

    Kereta tersebut nantinya akan terintegrasi langsung dengan Terminal 1, 2 dan 3 Bandara Soetta serta dengan moda pengangkut penumpang, yaitu people mover.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.